<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359</id><updated>2011-04-21T17:30:10.792-07:00</updated><category term='keluarga'/><category term='asmara'/><title type='text'>EMBUN KEHIDUPAN</title><subtitle type='html'>Hidup adalah petualangan luka. Bukan untuk disesali, tapi justru dinikmati.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-6103445958382163183</id><published>2008-04-29T08:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T09:00:18.468-07:00</updated><title type='text'>mengigau rindu</title><content type='html'>suara parau itu memanggil-manggil namaku&lt;br /&gt;segera kubuka pintu, bergegas turun ke jalan&lt;br /&gt;tak kulihat jelas wajahnya, tapi&lt;br /&gt;aku yakin itu kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mengejarnya. kau kencangkan laju sepedamu&lt;br /&gt;aku lari sekuat daya. tetap saja kau tak kujangkau&lt;br /&gt;aku panggil namamu, seolah kau tak peduli &lt;br /&gt;di jalan menanjak itu, akhirnya kubiarkan saja &lt;br /&gt;kau menjauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya tuhan, ternyata aku bermimpi&lt;br /&gt;semoga kau baik-baik saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-6103445958382163183?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/6103445958382163183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=6103445958382163183' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6103445958382163183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6103445958382163183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2008/04/menggigau-rindu.html' title='mengigau rindu'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-9117901295790657525</id><published>2007-07-18T10:24:00.000-07:00</published><updated>2007-07-18T11:03:09.950-07:00</updated><title type='text'>selamat tinggal persinggahan, kulanjutkan perjalanan</title><content type='html'>aku malu pada pemuda itu. diusianya yang lagi hijau memupus, ia mampu menatap jalan yang lurus. orang pergi ke pasar, seorang ibu menanti kelahiran, seorang gadis yang berduka, bahkan kerumunan orang yang mengelilingi orang suci sekalipun tak membuatnya terhenti melakukan perjalanan. ia melangkah, terus dan terus. yang dituju adalah keheningan. di sana ia akan mencari dirinya sendiri. diri yang hilang. ego yang sepenuhnya belum tertundukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku, hingga kini belum sampai pada jalan yang kutuju, jalan yang sudah kutetapkan beberapa tahun silam. aku terhanyut pada ketakjuban-ketakjuban di setiap persimpangan jalan yang kulewati. di sana aku menghentikan langkahku, bermain-main, menangis, bersedih, tertawa, memasrahkan janji. aku berhasil melepaskan diri, kembali melanjutkan perjalananku, tapi dipersimpangan jalan aku terhenti oleh seorang tuan rumah yang ramah, yang memberiku tumpangan penginapan, memberiku rasa kenyaman. di lain waktu aku terlibat percakapan dengan pemuda cerewet, yang meluncurkan puluhan pertanyaan tanpa jemu, dan aku tetap meladeninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, betapa lemahnya aku ini. betapa rapuhnya diriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemuda itu, malam ini seolah datang mengingatkanku. jalan terus,jangan pernah berhenti lagi, teguhkan ke naiatmu semula. hiduplah dengan jalanmu sendiri, hidupi dirimu sendiri, bunuh semuanya, tutup telinganmu, jalan dan lanjutkan perjalananmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terima kasih teman, sidharta murid kebenaran, sang pencari tanpa kenal lelah. meski separoh batinku memberontak, ada rasa yang tak bisa kutinggal,malam ini juga aku akan menutupnya. termasuk menutup buku dari mana kau mengetuk pintu sadarku. aku akan kembali meneruskan perjalanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-9117901295790657525?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/9117901295790657525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=9117901295790657525' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/9117901295790657525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/9117901295790657525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2007/07/selamat-tinggal-persinggahan.html' title='selamat tinggal persinggahan, kulanjutkan perjalanan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-6275955273582797886</id><published>2007-06-05T12:25:00.000-07:00</published><updated>2007-06-05T13:04:16.464-07:00</updated><title type='text'>Kepada Siapa Kau Berpura-pura</title><content type='html'>Harus kukatakan, sebenarnya aku lebih merasa tenteram menjumpaimu dengan tampilan ala kadarnya. Baju tak disetrika pun tak mengapa. Sandal tak bermerk juga tak jadi soal. Aku ingin kau menjalani hidup apa adanya. Aku ingin kau menekuni hidup secara sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sepertinya kau belum bisa. Kau lebih suka dengan barang-berang berkelas. Handphone, baju, celana, sepatu, parfum. Semuanya ingin kau tampilkan. Sebenarnya tak mengapa jika kau memang ada cukup anggaran untuk memenuhi kebutuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan aksesoris layaknya eksekutif papan atas, kau tampak percaya diri. Rambutmu disisir rapi, membelah ke arah kiri. Seperti tak ada beban kau ingin menunjukkan kepadaku sebuah gaya hidup kelompok terpandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesekiankalinya aku tak akan mudah terkesan dengan perilaku simpatimu. Kau bilang ingin memulai hidup baru, menutup masalalumu yang kelam. Untuk itu kau akan hijrah ke sebuah tempat di mana tak ada orang yang mengenalmu. Kau akan memulai hidup dari bawah. Kau menyatakan benar-benar telah insyaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di manakah tempat baru itu, bisakah kau tunjukkan padaku. Apakah di tempat yang baru itu akan menjamin kau akan benar-benar berubah. Kau bisa membangun kesan akan dirimu yang baik di mata orang-orang di komunitas barumu itu. Aku menangkap kesan kau belum sepenuhnya berubah. Hingga kini kau masih bangga dengan  hal-hal yang bersifat materiil. Kupikir inilah masalah terbesarmu. Sudah berapa kali masalah ini menjeratmu. Harusnya kau bisa belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya. Kau telah cukup lama mempermainkan masadepanmu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang secara mental kau berubah, maka tak ada gunanya kau menuju ke tempat baru. Kau masih saja tampak kemrungsung dalam menghadapi setiap masalah. Kau ingin semuanya selesai secepat kilat. Tidak bisa. Jika kau masih tetap ngotot, kau mungkin akan berhasil. Tapi ketika mentalmu belum dimatangkan, ketika terjatuh, kau akan semakin terpuruk. Satu masalah belum usai, kau akan ditindih dengan masalah-masalah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjadi bertanya, kepada siapakah kau ini sebenarnya tengah berpura-pura?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-6275955273582797886?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/6275955273582797886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=6275955273582797886' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6275955273582797886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6275955273582797886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2007/06/kepada-siapa-kau-berpura-pura.html' title='Kepada Siapa Kau Berpura-pura'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-5682548123128390391</id><published>2007-05-03T07:11:00.000-07:00</published><updated>2007-05-03T14:17:14.486-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asmara'/><title type='text'>Sayang, kuragukan perasaanku....</title><content type='html'>Pada mulanya adalah iseng. Tak ada niat untuk menjalin hubungan lebih serius. Tapi selanjutnya aku menjadi ketagihan. Ada rasa rindu, cemas, sepi dan pada akhirnya merasa kehilangan bila sehari saja tak menyapamu. Benarkah kini aku diam-diam --&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau secara sadar tapi aku belum mau mengakuinya&lt;/span&gt;-- hatiku telah terjerat oleh pesona matanya yang datar, garis alis mata yang tipis, lekuk mungil hidung yang runcing, barisan bibir yang melipat, semua yang ada pada dirinya yang pada awal perjumpaan serasa tak ada yang istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, di persimpangan bertambahnya usiaku, kembali aku bertanya: benarkah dia perempuan yang kusimpan untuk berlama-lama singgah di ruang terdalam hatiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, hingga malam ini aku belum yakin. Ada hasrat untuk melanjutkan petualangan. Hati ini seperti belum tenteram dengan pilihan saat ini. Mata ini masih ingin melirik perempuan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalau memang belum yakin, kenapa tak kutinggalkan saja dia. Bukankah dia pasti akan merasa kecewa, merasa dibohongi ketika mengetahui keraguanku ini . Itu masalahnya. Aku seperti tak pernah punya waktu yang cukup untuk menuntaskan jawaban atas kebimbangan ini. Maka kupilih melanjutkan hubungan dengannya. Aku juga tak mau bila di kemudian hari aku akan kecewa, meninggalkannya saat ini namun akan merindukannya kemudian, seperti yang kualami pada kisah awal petualanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu waktu yang cukup untuk  menuntaskan  kegalauan  perasaan ini,  kujalani saja hubungan dengannya ini  seperti sedia kala.  Tapi aku akan sedikit mengurangi tekanan-tekanan yang akan lebih membuatnya terkesan. Aku tak mau jika dia menjadi makin berharap ingin memilikiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, maafkan aku, jika mulai malam ini aku akan mengurangi rasa sayangku padamu. Aku akan belajar bagaimana melepas ketergantungan padamu. Merasakan bagaimana menahan kerinduan. Aku meragukan rasa yang telah kuungkapkan padamu selama ini untuk mencari jalan keyakinan bahwa kau benar-benar yang kupilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang pada akhirnya aku tak bisa melakukan semua ini, maka aku akan memutuskan untuk memberikan sepenuhnya rasa sayangku padamu. Aku tak ingin ingkar dengan perasaanku jika memang pada akhirnya nanti aku tak bisa menghindar sehelai saja dari rasa sayangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika memang pada akhirnya atau di tengah jalan aku bisa merasakan ketidakhadiranmu, keberjarakan yang kuciptakan tanpa rasa kehilangan, aku juga tidak akan membohongi perasaanku bahwa aku sebenarnya tak sepenuhnya berhasrat ingin memilikimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, jika kau mendengar kabar kegalauan perasaanku ini, aku juga akan menerima jika kau akan melakukan hal yang sama. Lakukan saja tanpa beban, jalani dengan riang. Satu hal yang perlu kau ketahui, hingga malam ini kau masih menjadi perempuan yang istimewa meski ucapan selamat darimu datang di urutan yang kedua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-5682548123128390391?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/5682548123128390391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=5682548123128390391' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/5682548123128390391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/5682548123128390391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2007/05/sayang-kuragukan-perasaanku.html' title='Sayang, kuragukan perasaanku....'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-9028647338554781595</id><published>2007-04-03T14:04:00.000-07:00</published><updated>2007-04-03T14:57:54.795-07:00</updated><title type='text'>Usai Pesta....</title><content type='html'>Tujuh hari usai pesta itu berlalu, seperti biasanya ia akan kembali sendiri. Membiarkan pintu dan jendela rumahnya tertutup, tanpa cahaya. Di luar, orang akan mengira, rumahnya kini tak dihuni lagi. Atau mungkin, penghuni telah kabur, barangkali juga mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah itu kini benar-benar mati. Nyaris tak ada kehidupan. Sekadar suara batuk, atau sayup-sayup alunan lagu tua. Sebuah irama nostalgia dua-tiga puluh tahun silam. Syair balada sekelompok terpencil, yang kerap terdengar asing di telinga para tetangga di sekitar rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemana laki-laki yang datang tiap subuh dengan mata menahan kantuk itu. Apakah dia tak lagi menghuni tempat ini. Lantas rumah ini dibiarkan begitu saja, dengan pintu selalu tertutup tanpa terkuci, tanpa cahaya penerang ruangan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangkali dia di dalam. Sedang beristirahat karena kelelahan setelah beberapa malam tak tidur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah ia sudah seperti itu, tak bisa tidur di malam hari. Dia selalu pulang usai subuh. Tapi sudah beberapa hari ini aku tak mendengar seok-seok suara sandalnya yang sudah lepas di salah satu pengikatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang tetangga lelaki yang tiba-tiba menghilang itu tak menemukan jawabannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genap tujuh hari di rumah kosong ini digelar pesta. Puluhan orang berdatangan, hingga tak tertampung lagi di ruang tamunya yang sempit. Rumah itu kini seolah mati, bersama berlalunya pesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kau merasa ada yang aneh dengan jamuan pesta tetangga kita ini"&lt;br /&gt;"Pesta sepekan silam itu, maksudmu."&lt;br /&gt;"Iya. Lebih mirip jamuan kematian bukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terdiam beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang mati, apa tetangga kita itu?"&lt;br /&gt;"Mungkin saja. Atau, bisa jadi salah satu dari yang hadir di pesta itu"&lt;br /&gt;"Maksudmu pesta itu memakan tumbal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak melanjutkan lagi percakapan. Laki-laki yang biasa pulang  pagi dengan seok-seok alas kakinya yang memenuhi gang sempit itu kini muncul dari ujung gang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak usah heran. Aku sudah biasa begini. Rumahku ini juga sudah biasa sepertiku. Sepi, dari jeda pesta satu ke pesta berikutnya. Tak lama lagi di rumahku ini akan ada pesta. Kali ini aku khusus akan mengundang kalian, para tetangga yang diam-diam memerhatikanku."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-9028647338554781595?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/9028647338554781595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=9028647338554781595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/9028647338554781595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/9028647338554781595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2007/04/usai-pesta.html' title='Usai Pesta....'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-6073759350929578994</id><published>2007-03-20T16:23:00.000-07:00</published><updated>2007-03-20T16:36:22.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asmara'/><title type='text'>Kenapa Kau Memilihku....</title><content type='html'>Jangan tanyakan padaku, kenapa kau memilihku. Temukan jawabannya pada dirimu sendiri, kenapa kau memilihku. Aku tak ingin kau akan menyesal dengan pilihanmu di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada pilihan yang lebih baik, aku pun rela kau berpaling dariku. Pilihlah dia, jika memang kau anggap lebih baik. Tapi jangan menyesal, jika suatu hari nanti kau tahu ternyata dia tak lebih baik dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu rasa sayangmu padaku teramat besar. Aku pun sama. Tapi kau juga harus tahu, cinta bukan soal perasaan, tapi juga harus rasional... Kau harus bisa menjelaskan alasanmu itu di depan mereka, karena aku sendiri tak akan memberikan pembelaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, temuilah aku manakala kau telah menemukan jawabnya, kenapa kau memilihku.... Jika tidak, aku pun rela jika harus kehilanganmu, digantikan dia yang dipilihkan untukmu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-6073759350929578994?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/6073759350929578994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=6073759350929578994' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6073759350929578994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6073759350929578994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2007/03/kenapa-kau-memilihku.html' title='Kenapa Kau Memilihku....'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-6019630576064042544</id><published>2007-03-19T11:59:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T12:53:15.066-07:00</updated><title type='text'>Cemas karena mimpi.....</title><content type='html'>Kenapa, kenapa kau masih berdiam di situ, membiarkan mata lelahmu tertahan oleh gelisah. Kau masih memikirkan perihal lepasnya gigimu beberapa malam lalu. Ah masak kau percaya dengan mimpi? Nikmatilah waktu istirahatmu. Pejamkan, bebaskan kemana alam bawah sadarmu itu akan menuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak teman, aku sudah melupakan mimpi itu. Tapi, semalam aku kembali terjaga oleh mimpi serupa. Kali ini tak hanya satu-dua gigiku yang lepas, tapi semuanya. Satu persatu dengan begitu mudahnya gigi-gigiku bertumbangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanda apa dengan mimpiku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar, mimpi itu adalah pertanda sesuatu yang akan terjadi, aku khawatir akan adanya hal buruk yang akan menimpaku. Mungkin diriku, atau orang-orang yang dekatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya aku juga tak percaya, menganggapnya sambil lalu ketika seorang teman (yang kini menjadi kekasihku) mimpi dipotong rambutnya. Sambil lalu pula aku mengatakan kepadanya akan ada yang hilang dari dirinya. Apa yang terjadi, ternyata benar, hari itu juga, sore setalah siang itu aku mengatakan kepadanya, anting di telinga kirinya hilang... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau sih tak menuruti nasehatku, untuk memotong sedikit saja dari helai rambutmu," kataku. Saat itu, aku mengatakannya begitu saja, aku sendiri tak percaya, tak yakin bahwa mimpi itu akan benar-benar terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu mengusikku, yang belakangan mulai membaca-baca tafsir mimpi, karena beberapa kali diminta komentar oleh beberapa teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan mimpiku itu muncul karena terinspirasi oleh bacaan-bacaan tafsir &lt;br /&gt;mimpi, atau imbas dari ketakpercayaanku yang diam-diam sebenarnya mulai ragu, ragu jika mimpi itu tak memiliki arti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak apalah jika mimpi dipotongnya rambut itu berujung pada kehilangan anting kekasihku, yang meski cukup berarti, tapi masih lebih beruntung daripada harus kehilangan sesuatu yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tafsir mimpi yang kebetulan aku baca, mimpi lepasnya gigi memiliki arti akan adanya kematian. Benarkah ini akan terjadi padaku. Kematian apa, apakah kematian lepasnya nyawa dalam arti yang sebenarnya. Tidaklah, aku berharap ini tidak terjadi, dan aku tak akan memikirkan siapapun, siapapun yang akan menjadi pembuktian ketidakpercayaanku akan arti mimpi...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-6019630576064042544?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/6019630576064042544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=6019630576064042544' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6019630576064042544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6019630576064042544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2007/03/cemas-karena-mimpi.html' title='Cemas karena mimpi.....'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-6228183335906250984</id><published>2007-01-17T13:22:00.000-08:00</published><updated>2007-01-17T13:56:29.472-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Panggilan Baru untukku</title><content type='html'>Om...om... om.... gadis kecil itu berlari kecil menyambut kedatanganku. Belum sempat aku memeluknya, ia sudah melingkarkan kedua tangannya ke kakiku. Ia mendekapku erat. Entah apa yang dia rasakan. Kangen kepada omnya ini, atau ia malah mengira aku adalah ayah yang sempat ia jumpai ketika umurnya belum genap satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lia anaknya bapak siapa," tanyaku suatu ketika dengan logat bahasa Jawa.&lt;br /&gt;"Bapak Om, bapak om..." jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuulangi lagi pertanyaan itu. Ia kembali memberikan jawaban yang sama. "Bapak om..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku geli mendengarnya. Ia mengira aku bapaknya. Kalau ada cewek yang mendengar, ini bisa mematikan pasaran. Ah tidak. Guyonan ini segera kubuang. Aku menelan ludah. Glegek!!! Batinku teriris ketika kembali menatap mata keponakanku itu yang polos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengira aku ayahnya. Dia ingin adanya sosok ayah yang selalu di sampingnya. Menjaga, menggendong, dan menemaninya bermain. Apapun panggilan untuk sosok ayah itu. Tak peduli om, pak de, tante. Kendati ia memanggilku om, baginya panggilan itu mempunyai arti yang sama dengan ayah atau bapak. Bapak Om. Atau mungkin ia mengira nama bapaknya itu om. Ya aku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali bertemu ia makin bertingkah manja saja denganku. Kemanapun aku berjalan, ia ingin membuntutiku. Aku sholat, ia duduk di sebelah. Aku duduk dikursi, ia naik ke pangkuan. Aku tidur, ia menunggui. Betapa patuhnya dia kepadaku. Tapi sedikit saja aku menolak ajakannya, ia ngambek. Apa yang ada ditangannya langsung dibanting lalu menangis. Ia sepertinya jengkel karena diacuhkan. Aku paling tak tega kalau melihatnya menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menjadi kangen bila lama tak pulang ke rumah. Tapi bila sering menemuniya, aku  akan sering melukainya, karena sebentar kemudian pergi meninggalkannya. Dan ia akan mencariku sepanjang hari, kemana om pergi. Atau dia akan menengoki kamarku, apakah om nya sudah pulang. Seperti saat pulang kampung minggu ini, ia menungguiku hingga malam setelah dikabari aku akan pulang. Aku merasa bersalah sekali ketika mengetahuinya dari ibu. Padahal malam itu aku tak jadi pulang. Aku baru pulang keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-6228183335906250984?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/6228183335906250984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=6228183335906250984' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6228183335906250984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/6228183335906250984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2007/01/panggilan-baru-untukku.html' title='Panggilan Baru untukku'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116595128461370767</id><published>2006-12-12T10:54:00.000-08:00</published><updated>2006-12-12T11:21:24.746-08:00</updated><title type='text'>Seberapa besar kau menyayangiku....</title><content type='html'>Dek, seberapa besar dirimu menyayangiku. Apakah hatimu bergetar ketika namaku disebut. Apakah aku sering hadir dalam mimpimu. Katakan, seberapa besar kau menyayangiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap wajahnya, bibir tipisnya yang mengucap perlahan. "Aku sangat menyayangimu. &lt;br /&gt;Aku tak ingin kehilanganmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih menatapnya, menanti pengakuan yang selanjutnya. Tapi kau diam. "sebarapa besar sayangmu padaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kini mengangkat mukanya seolah penuh keyakinan. Mentapku beberapa saat dan kemudian berkata "rasa sayangku lebih besar dari sayangmu padaku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukulan telak! Aku tak membantah ucapanmu, dan tak akan mencobanya. Mungkinkah kau mengetahui keraguanku ketika menanyakan hal itu kepadamu. Maafkan sayang, jika rasa sayangku tak sebesar rasa sayangmu padaku. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116595128461370767?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116595128461370767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116595128461370767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116595128461370767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116595128461370767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/12/seberapa-besar-kau-menyayangiku.html' title='Seberapa besar kau menyayangiku....'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116583579950272836</id><published>2006-12-11T02:33:00.000-08:00</published><updated>2006-12-11T03:43:29.003-08:00</updated><title type='text'>Durhaka</title><content type='html'>kutatap kembali wajahmu sepuluh tahun lalu &lt;br /&gt;pada album tua yang tak pernah kurengkuh&lt;br /&gt;secercah cahaya di hadapanmu mengembang&lt;br /&gt;mengisahkan kemenanganmu sepuluh tahun mendatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepuluh tahun lalu, kau peras keringatmu menjadi darah&lt;br /&gt;ketika jalanmu tegap, memikul beban di jalan setapak&lt;br /&gt;di sawah kita yang terbentang luas memisah bukit&lt;br /&gt;menambah jarak tempuh ke rumah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum akhirnya kini jalanmu membungkuk, tanpa beban&lt;br /&gt;sekalipun di atas pundakmu, kepada anak-anakmu kau berpesan&lt;br /&gt;"Nak, takutlah kepada tuhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepuluh tahun berlalu, sawahmu bukan bertambah ibarat menabung&lt;br /&gt;hutang setiap bulan kau bayarkan hingga semua yang kau miliki menyusut&lt;br /&gt;seperti kulit di sekujur ragamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang kau dapatkan bukan apa yang kau angankan&lt;br /&gt;kini tanammu layu, lalu roboh menimpamu &lt;br /&gt;orang yang telah sepuluh tahun merawatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayah, bukan aku yang menebangnya" ucap anak bungsumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau terlanjur menyumpah pohon petaka itu sebelum mulutmu &lt;br /&gt;terkunci oleh anak-anakmu yang telah mendurhakaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116583579950272836?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116583579950272836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116583579950272836' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116583579950272836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116583579950272836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/12/durhaka.html' title='Durhaka'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116392556487890900</id><published>2006-11-19T00:01:00.000-08:00</published><updated>2006-11-27T19:49:22.700-08:00</updated><title type='text'>Maaf Jika Kemenanganku Melukaimu....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/morning-glory-lg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/morning-glory-lg.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Janganlah dirimu menjadi sesumbar ketika berada di atas. Bersikaplah rendah diri kepada sesamamu. Tahukah kau, dibalik kesuksesanmu ada orang-orang yang tersakiti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesosok yang telah lama hilang dalam hidupku, begitu saja hadir menemuiku semalam sewaktu menerima penghargaan &lt;a href="http://hanyaudin.blogspot.com/2006/11/pemenang-lomba-blog-2006.html"&gt;pemenang &lt;/a&gt;&lt;a href="http://hanyaudin.blogspot.com/2006/11/pemenang-lomba-blog-2006.html"&gt;lomba blog&lt;/a&gt;. Dia adalah orang yang pernah membawaku pada puncak kesuksesan meraih juara lomba saat aku masih duduk di bangku sekolah. Dia yang diam-diam bersemayam menjadi guru spiritualku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak saja, aku tak sanggup menatap orang-orang yang ada di hadapanku. Segera kualihkan pandanganku ke arah sandalku yang mulai lusuh. Aku tak ingin menatap mereka lagi, seraya membusungkan dada, dan berkata "Akulah pemenangnya, terbaik dari yang terpilih".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang tidak kuinginkan dalam sebuah pertandingan semacam lomba itu. Siapapun yang menang tiba-tiba saja merasa besar, padahal belum melakukan pekerjaan besar apapun. Dia tidak menyadari, di sebelik kemengannya, ada orang-orang yang menderita, merutuki kekalahan yang tak mereka bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pihak yang telah memberiku penghargaan, aku sampaikan terima kasih karena telah memilihku. Terima kasih juga kusampaikan kepada yang telah mengajariku menemukan kedalaman kata. Darimulah aku menemukan kedamaian kata-kataku kini. Kusadari ini masih jauh tertinggal dari pencapaianmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada guru spiritualku yang mengingatkan ketika hati ini hendak tak mensyukuri atas kemenangan ini, terima kasih karena kehadiranmu meredam amarahku ketika mengetahui souvenir yang kuletakkan di kursi peserta raib entah digasak dedemit mana. Semoga dia bisa menerima atas kekalahannya, dan dibukakan hati, bahwa ini hanya permainan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan semalam, aku akan menghilang. Perjumpaan itu adalah yang pertama dan terakhir kalinya. Aku akan menetap di sini, bercerita dengan siapapun yang singgah ke rumah ini, dari kamar gelap yang kututup rapat tanpa seorang pun tahu apa yang kulakukan. Bila haus, silakan ambil sendiri air minum di dapur. Anggap saja rumah ini sebagai rumah kalian. Maaf jika aku sebagai tuan rumah tak bisa melayani kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116392556487890900?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116392556487890900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116392556487890900' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116392556487890900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116392556487890900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/11/maaf-jika-kemenanganku-melukaimu.html' title='Maaf Jika Kemenanganku Melukaimu....'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116353708943733699</id><published>2006-11-12T11:57:00.000-08:00</published><updated>2006-11-17T04:51:38.746-08:00</updated><title type='text'>Akhir Cerita</title><content type='html'>Seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/Stubborn.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/Stubborn.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Telah kunyatakan segala suasana hati melalui sederatan kata yang kupilih. Segala macam bentuk kucoba, namun tetap saja tak mampu merangkai sakit hatimu. Sekali lagi aku gagal meyakinkanmu untuk sebuah kata "maaf". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu kini justru menikamku. Bukan maaf yang kau berikan, tapi kebencian yang kudapat. Pengakuanku ternyata malah membuatmu menutup pintu maaf yang sedianya akan kau bukakan untukku. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuanku justru membuka aib baru yang menambah kebencianmu padaku. Perihal yang kau duga sengaja kutup-tutupi. Kau lantas mengatakan aku sebagai pembohong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, aku sempat mengumpatmu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dasar kau keras kepala. Berhati batu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, memang kita tidak akan pernah cocok. Jika kau pun sudah menyadarinya, lalu untuk apa dipaksakan?" jawabmu ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak akan pernah mengerti. Tak akan pernah. Kenapa aku masih mempertahankanmu. Karena aku ingin mencoba mengerti kamu. Tapi kau.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku memang nggak bisa mengerti kamu?" sautmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah. Berbicara denganmu selalu saja berakhir dengan pertengkaran. Setiap kalimat yang kauucapkan meninggi. Entah siapa yang mulai. Dalam hati aku berkata, kau lebih keras kepala dari orang yang pernah kujumpai. Dia bisa berkompromi. Tapi kau, memang benar-benar bebal!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takkan melanjutkan lagi kata-kataku. Kuakhiri saja cerita ini sampai di sini. Semoga di lain waktu, dalam suasana hati yang berbeda, kau akan membacanya lagi. Hingga kau menyadari bahwa dalam diamku, aku pun terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam diam, aku telah memaafkan atas ketakmengertianmu itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116353708943733699?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116353708943733699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116353708943733699' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116353708943733699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116353708943733699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/11/akhir-cerita.html' title='Akhir Cerita'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116304762172214914</id><published>2006-11-08T19:09:00.000-08:00</published><updated>2006-11-17T05:39:10.926-08:00</updated><title type='text'>Yang Tak Kau Mengerti</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/heron.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/heron.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Aku muak....!!!"&lt;br /&gt;"Kau nggak bisa dipercaya"&lt;br /&gt;"Kenapa ini selalu kau ulangi"&lt;br /&gt;"Berapa banyak perempuan yang telah kau sakiti dan berharap...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tak melanjutkan lagi. Air mata merembes dari lentik bulu matamu. Aku hendak mengangkat tanganku, menyeka wajahmu yang mulai sembab. Tapi kubatalkan. Biar saja kau tuntaskan amarah yang tengah membakar perasaanmu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapanmu siang itu masih membekas. Hingga kini masih terdengar, berulang-ulang memutar kepalaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak akan membatah semua ucapanmu. Kau berhak mengatakan itu. Tapi ada yang tak pernah kau tahu, kenapa aku melakukan semua ini. Dan aku tak akan mengatakannya. Aku telah memilih jalan ini. Sepahit apapun akan kujalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sakit menyaksikan aku bersama perempuan lain. Kau sakit hati karena telah terlanjur berharap. Padahal sebelumnya telah mengatakan tak bisa memilihmu karena belum ingin menjalin hubungan untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau, ketika aku telah memutuskan bersamanya waktu itu, aku pun tak akan memilihmu. Meski kini aku telah gagal menjalin hubungan dengannya, aku tak akan datang padamu. Ini yang tak kau mengerti, sama seperti tak mengertianku ketika waktu itu ternyata kau sudah ada rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan cari aman jika kemudian aku memilih perempuan lain. Aku akan melanjutkannya jika memang aku menemukan kenyamanan dengannya, dengan perempuan yang bisa mengertiku. Dan satu lagi, jika aku bisa sepenuhnya untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan saja apa yang ingin kau katakan tentangku. Aku tak akan membantah hingga diam itu akan membuatmu mengerti. Kudoakan semoga kau menemukan orang yang lebih baik dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116304762172214914?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116304762172214914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116304762172214914' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116304762172214914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116304762172214914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/11/yang-tak-kau-mengerti.html' title='Yang Tak Kau Mengerti'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116258674210025719</id><published>2006-11-05T12:06:00.000-08:00</published><updated>2006-11-17T05:50:14.263-08:00</updated><title type='text'>Memaafkan itu menyakitkan</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/man%20thinking.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/man%20thinking.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jika memaafkan menyakitkan, jangan kau lakukan. Ikuti saja kata hatimu, namun jangan kau bunuh perasaanmu. Jika kau masih membenciku, tak usah dipaksakan untuk mengatakan sayang. Kutahu betapa mendalam luka di hatimu. Kau pasti sakit atas semua perlakuanku padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusadari, begitu berat kesalahanku untuk dimaafkan. Biarkan kemarahan itu berada diantara kerinduanmu. Biarkan waktu yang kan menguji. Seberapa besar sayangmu padaku. Atau kebencian yang akan membenamkan kerinduan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tak akan mengatakan sesuatu yang belum ada di hatiku. Kau tahu, hingga kini, aku belum menemukan keyakinan. Dari sekian pelabuhan yang kulewati, semuanya hanya menjadi persinggahan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, bisa saja aku melakukan sekadar untuk menyenangkanmu. Dan ini tidak teramat sulit bagiku. Aku bisa mendapatkan semuanya yang kuinginkan saat ini. Tanpa memaksa, kau bahkan dengan tulus memberikannya padaku. Tapi, itu pasti akan lebih menyakitkan, ketika kau sadari di akhir cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kukuatakan, jangan kau serahkan seluruh perasaanmu padaku. Aku pun tak akan sakit hati, jika kau akan membaginya ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kini kau kecewa, dengan segala permohonan maafku, aku siap menanggung semua salahku. Tapi jika kau rela, biarkan aku menebus semua dosaku. Akan kusiapkan para penggantiku untukmu di surga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116258674210025719?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116258674210025719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116258674210025719' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116258674210025719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116258674210025719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/11/memaafkan-itu-menyakitkan.html' title='Memaafkan itu menyakitkan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116278170136067194</id><published>2006-11-03T18:08:00.000-08:00</published><updated>2006-11-17T05:59:09.190-08:00</updated><title type='text'>Sampai di sini</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lovebuglove.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lovebuglove.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah yang aku khawatirkan. Kau akan menuntutku meluangkan waktu lebih banyak untukmu. Padahal kau tahu, seharian ini aku capek bekerja. Kau juga tahu, kalau aku lagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bad mood.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begini, bidadari datang pun akan kuacuhi. Tingkah manjamu juga tak mempan. Aku akan lebih memilih untuk sendiri. Tiduran atau ditemani beberapa batang rokok! &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang salah jika akhirnya berlaku kasar padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah aku, tak bisa untuk berpura-pura. Apalagi menunjukkan kemesraan di depan orang banyak. Bagiku asmara berada di ruang privat. Tidak untuk dipertontonkan. Cukup dinikmati dalam keintiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda denganmu, kau merasa nyaman dengan berjalan mesra berdua di depan orang-orang itu. Entah apa yang kau rasakan. Apakah kau butuh pengakuan. Kau butuh status.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ketidakcocokan kita. Dan aku tak akan menjadikanmu sebagai sumber masalah. Akulah masalah itu. Aku yang tidak bisa menyediakan lebih banyak waktu untukmu, hanya memikirkanmu seorang, berlaku romantis di setiap pertemuan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, aku pun menjalani setiap hubunganku dengan penuh beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kau mengerti. Aku tak ingin melanjutkan hubungan ini agar tak membebanimu. Aku ingin bebas, tidak terikat oleh dan dengan siapapun...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116278170136067194?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116278170136067194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116278170136067194' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116278170136067194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116278170136067194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/11/sampai-di-sini.html' title='Sampai di sini'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116258370007803406</id><published>2006-11-01T10:52:00.000-08:00</published><updated>2006-11-05T19:07:49.983-08:00</updated><title type='text'>Kesekian Kalinya....</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau memelukku erat, seakan tak ingin berpisah dariku. Jantungku berdebar, berguncang hebat. Hatiku bersorak penuh kemengan. Kini kau takluk dalam pelukanmu. Kubisikkan diantara lembut rambutmu, aku pun tak ingin jauh darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, wajahmu masih menunduk ketika kulerai kedua tanganmu. Kau kembali memelukku, membenamkan wajahmu sepenuh tenaga, terisak sejadi-jadinya. Ya Tuhan, aku baru saja melakukan kebodohan untuk yang kesekian kalinya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kusadari, hatimu telah terlanjur hancur. Aku telah mengambil sesuatu yang selama ini kau jaga, kau tutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah karena itu terjadi terlalu cepat. Usia hubungan kita belum seumur jagung. Buah yang masih teramat dini itu kupetik sebelum masanya memanen. Kau pun menyesalinya, ketika semuanya sudah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau telah mengambil segalanya. Semua yang kumiliki telah hilang. Aku tak bisa memaafkanmu," ucapmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayang, aku tak bermaksud mempermainkanmu. Aku tak menduga jika kau akan bereaksi seperti ini. Bagiku itu hal biasa. Wajar. Aku melakukannya dengan penuh rasa sayang. Tapi jika kau merasa tak nyaman, anggap saja kau tak pernah melakukannya. Aku lah yang telah memaksamu. Jadi tak usah kau cemas telah mengingkari prinsip yang selama ini kau jaga rapat-rapat," jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak bisa memaafkanmu. Entah kepan. Tapi, aku..... sayang kamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu, itu yang justru kecemaskan. Aku tak ingin rasa sayang itu tumbuh diantara kegamanganmu. Dan kau akan memutuskan, karena semua sudah terlanjur terjadi, maka kau harus denganku. Dan aku pun tak bisa menghindar darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak akan membiarkan rasa itu tumbuh, kemudian mengakar. Namun saat ini, akan kuikuti perasaanmu, hingga keadaan kembali seperti sedia kala, kuakan menjauh darimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan, jika pada akhirnya akan melukaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116258370007803406?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116258370007803406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116258370007803406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116258370007803406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116258370007803406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/11/kesekian-kalinya.html' title='Kesekian Kalinya....'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116213680228746499</id><published>2006-10-29T06:52:00.002-08:00</published><updated>2006-11-05T19:01:20.860-08:00</updated><title type='text'>Telah Kubayar Hutangku</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu kau berada di Kota Tua ini. Kini adalah saat yang tepat aku membayar kebaikan-kebaikanmu yang belum sempat kubalas. Anggap saja yang kemarin kulakukan sebagai bentuk balas budiku. Bila dulu aku yang meminta bantuanmu, kini aku bisa membalasnya. Aku sudah sangat senang bisa menemanimu dalam situasi yang tentu saja berbeda. Suasana santai cuti lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu, tak banyak berubah dengan Kota Tua ini. Dan kau pun jauh-jauh datang masih menyempatkan sekedar mengambil beberapa gambar di beberapa sudut bangunan yang sudah lapuk itu. Tapi kau tetap saja menganggapnya satu pemandangan yang indah. Itulah dirimu, yang bisa menemukan satu keindahan dengan cara pandang lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu, kau pun tak banyak berubah. Kau tetap saja menyukai keindahan, layaknya dengan bangunan tua itu, kau tetap dikelilingi perempuan-perempuan yang anggun. Itulah kau. Satu kelebihanmu yang tak ada padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu, aku mengantarmu malam-malam menuju stasiun. Kota Tua ini saat itu baru saja diguyur hujan seharian. Jalanan dipenuhi air. Mobil Taxi yang kita tumpangi tak sanggup melanjutkan perjalanan. Kita putuskan naik becak, meski sesekali gelombang air bak ombak menanbrak kaki kita yang sudah terangkat di atas jok becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah setahun yang lalu itu, kenangan yang sungguh tak mengenakkan. Tapi rupanya kau masih mengenangnya. Bahkan kau ingin mengulang menginap di rumah tua itu, yang menyisakan kenangan pahit. Itulah kau, tetap saja menganggap sebagai keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, aku sudah cukup senang bisa sedikit membalas atas semua kenangan yang tak mengenakkan itu. Semoga seharian di Kota Tua tahun ini bisa mengisi hari liburmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116213680228746499?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116213680228746499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116213680228746499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116213680228746499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116213680228746499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/telah-kubayar-hutangku_116213680228746499.html' title='Telah Kubayar Hutangku'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116184658828604086</id><published>2006-10-26T00:07:00.000-07:00</published><updated>2006-10-26T12:20:09.253-07:00</updated><title type='text'>Yang Terabaikan</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam dengan tatapan kosong. Ditanganku masih melekat ponsel yang baru saja kuaktifkan setelah kutinggalkan tidur semalam. Tak kusangka, orang yang selama ini telah lama berlalu dari keseharianku, ternyata masih mengingatku di hari yang spesial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa selama ini telah menjadi pribadi lain. Jangankau kau, kawan. Aku pun sendiri hampir tak ingat siapa diriku. Aku kini seolah robot yang telah dikendalikan oleh rutinitas, yang melakukan sesuatu atas dasar pesanan, tuntutan profesi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inisiatif, kata ini hampir-hampir telah terbungkus rapat di masa laluku. Yang ada sekarang adalah kepenatan, keramaian yang membuatku tak sempat untuk merenungkan segala hal yang meski sepele, walau cuma sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hampir kehilangan air mata. Segala kehidupan telah kudapatkan dari layar kaca. Dari sinetron penunjuk hidayah, hingga siraman rohani yang dikonteskan laiknya tayangan komersil. Sampai-sampai aku tak dapat membedakan mana yang benar-benar air mata, mana yang cuma berpura-pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dengan sms-sms lebaran yang memenuhi di kotak pesan ponselku. Mungkin saja ini semua hanya tipuan belaka. Hanya kepura-puraan yang disebarkan dengan sekali tombol otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini kau mengetuk pintu hatiku lewat barang yang tak jauh beda dari layar kaca itu. Kau yang justru kulupakan, kini hadir mengingatkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menyangka. Harus dengan cara apa aku menyampaikan rasa terima kasihku padamu, teman. Mungkinkah kau adalah jelmaan malaikat yang sengaja diutus untuk mengiriku sms. Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ucapan terima kasihku padamu, aku sempatkan untuk membalas smsmu yang pertama kali. Setelah itu, aku akan membaca-baca lagi sms-sms yang lain. Barangkali masih ada yang terselip diantara kealpaanku. Aku akan menyempatkan membalas semua sms itu, tanpa membedakan mana yang tulus, dan mana yang (mungkin) berpura-pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116184658828604086?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116184658828604086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116184658828604086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116184658828604086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116184658828604086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/yang-terabaikan.html' title='Yang Terabaikan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116189024910272654</id><published>2006-10-25T11:10:00.001-07:00</published><updated>2006-10-26T12:17:29.123-07:00</updated><title type='text'>Setelah Perpisahan</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuucapkan kata perpisahan di bawah temaram matahari di tepi pantai sore itu, kuakan menghapus semua kisah bersamanya. Kenangan sekejap, yang mulanya kukira tak akan banyak meninggalkan kesan. Cerita singkat yang sering dia sebut sebagai petualangan nafsu sesaat. Setelah itu, aku akan benar-benar melupakannya bersama tenggelemnya matahari oleh pantai di tepi jauh sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, dugaanku meleset. Harus kuakui, justru saat-saat terakhir itulah yang paling berkesan selama aku menjalin hubungan denganya, perempuan yang selintas lalu dalam kegamanganku. Justru di saat aku ingin benar-benar mengakhiri itu, beragam tanya kembali muncul. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa harus berakhir?"&lt;br /&gt;"Benarkah aku tak bisa melanjutkannya?"&lt;br /&gt;"Bukankah dia mencintaiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku jadi memikirkannya. Kenapa juga aku jadi terbakar cemburu, ketika mendengar satu nama kau sebut yang bakal menggantikanku. Bukankah aku yang sering memintanya untuk membuka hati dengan pria lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa jadi begini. Aku harus realistis, ketika aku tak bisa melanjutkan, sudah berarti pula aku siap kehilangannya, untuk sekarang dan seterusnya. Itu pula yang ingin kukatakan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukakan pintu hatimu untuk pria lain. Tak usah kau pikirkan aku. Tak usah pula kau berandai suatu saat kita kan disatukan kembali. Biarkan semua mengalir. Yang jelas aku sekarang tak bisa. Dan mungkin ini untuk seterusnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini kau terlanjur tahu apa yang terjadi padaku. Mungkin saja kau justru senang mengetahui hal ini. Kau senang, jika ternyata aku diam-diam menyukaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja kau mulai menangkap keraguanku. Dan itu memang yang sedang terjadi pada diriku. Tapi, harus kukatakan lagi, aku tak berubah pikiran, kita harus akhiri sampai di sini. Aku sudah katakan padamu, kenapa aku tak bisa melanjutkannya. Kurasa kau sudah cukup mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116189024910272654?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116189024910272654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116189024910272654' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116189024910272654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116189024910272654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/setelah-perpisahan_25.html' title='Setelah Perpisahan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116189228719782021</id><published>2006-10-23T12:22:00.000-07:00</published><updated>2006-10-26T13:22:04.003-07:00</updated><title type='text'>Pengakuanku PadaNya</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah satu surat yang tak bisa kuwakilan itu. Di sini kutulis semua pengakuan dosaku padaNya. Tentang kebiasaanku yang belakangan lalai menjalankan perintahNya. Pun ketika di bulan yang justru dimuliakan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila orang bilang, hari ini lebih baik dari hari kemarin, bagiku bulan puasa tahun ini lebih buruk dari puasa tahun lalu. Baik secara lahir maupun bathin. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fisikku hampir tak pernah hadir ke tempat di mana orang-orang menjalankan ibadah malam, bersujud menghadapMu lebih lama seusai sholat witir. Sementara batinku justru penuh dengan pikiran-pikiran kotor. Bulan puasa kulalui seperti hari biasa. Tenggelam dalam rutinitas yang membuatku jauh dariNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, di penghujung ramadhan ini, aku merindukan kehadiranNya. Aku ingin berlama-lama denganNya semalam penuh hingga pagi, sampai orang-orang merayakan hari kemenangan itu. Aku akan tetap menunggu sampai kau berkenan memaafkanku. Aku siap menunggunya hingga tahun depan, asal Dia beri kesempatan sekali lagi padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak, tolong sampaikan suratku ini pada ayah dan ibuku, dengan bahasaMu, bahasa yang dipahami semua umat. Semoga dengan maaf mereka, Kau akan membukakan sekali lagi pintu kesempatan padaku. Aku ingin menghadiahkan satu kenikmatan surgaMu untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116189228719782021?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116189228719782021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116189228719782021' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116189228719782021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116189228719782021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/pengakuanku-padanya.html' title='Pengakuanku PadaNya'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116156558465054679</id><published>2006-10-22T17:36:00.000-07:00</published><updated>2006-10-26T05:39:10.896-07:00</updated><title type='text'>Sajak Perpisahan</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kartu Lebaran ini k'sampaikan&lt;br /&gt;perasaan sayangku padamu&lt;br /&gt;tentang tanya yang belum b'balas&lt;br /&gt;juga mimpi-mimpimu-mimpiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi harus kukatakan, cukup sampai di sini!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hari ini pintu maaf belum kau buka&lt;br /&gt;S'moga, ketika Takbir menyeru di hari Fitri&lt;br /&gt;kau 'kan ikhlas melepasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Download kartu Lebaran di &lt;a href="http://kartu.kapanlagi.com"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116156558465054679?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116156558465054679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116156558465054679' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116156558465054679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116156558465054679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/sajak-perpisahan.html' title='Sajak Perpisahan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116156300326955760</id><published>2006-10-21T16:30:00.000-07:00</published><updated>2006-10-26T05:41:45.903-07:00</updated><title type='text'>Surat Terbuka</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear xxxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seharusnya aku memanggilmu "Kekasih". Tak seharusnya pula aku membiarkanmu merindukan sapaan mesra itu. Aku berharap, ini terakhir kali aku memanggilmu dengan kata "sayang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai kau baca surat ini, lupakan aku. Lakukan sebisamu. Kau akan membenciku, mengecapku sebagai pengecut, pengkhianat, buaya.... terserah. Sebut apa saja, yang penting kau bisa melupakanku. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak akan lagi memanggilmu "sayang". Aku akan mencegahnya ketika kau memanggilku dengan sapaan itu. Jika kau masih tetap memanggilku kekasih, dengan sangat menyesal, aku pun tak akan menanggapinya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kukatakan, aku sebenarnya tak nyaman dengan panggilan itu. Aku senang kau manja, tapi ini pula yang membuatku makin bersalah padamu. Aku tak bisa melanjutkan hubungan ini, ketika harus memilih salah satu diantara kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kukatakan padamu, pun juga pada dia. Ini adalah kelemahanku. Aku tak bisa untuk tak berbalas rasa bila seseorang memberikan perhatian padaku. Lelaki mana sih yang tak suka bila diperhatikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kau selalu saja mendesakku tentang perasaanku kepadamu. Harus bagaimana aku menjawabnya. Meski aku sendiri tak yakin, agar kau dan juga dia tak kecewa, kukatakan jika aku juga punya perasaan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya yang kulakukan ini justru pada akhirnya akan melukai banyak perasaan, kamu, dia.... Kukira kalian akan mengerti. Aku sudah berusaha untuk belajar mencintai, membalas perasaanmu. Tapi belakangan kalian menuduhku, jika selama ini aku cuma pura-pura cinta, kasihan atau lebih parah lagi, karena nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang bukan salahmu, aku lah yang lebih patut disalahkan. Aku yang tak bisa menahan diri, untuk tak membalas setiap perasaan kalian. Ya, aku lakukan itu atas dorongan nafsu, tapi bukankah kamu juga menyadarinya. Lalu mengapa kau menerimanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, aku tak mau mencari kambing hitam. Oke, aku salah. Cap buaya itu memang lebih pantas untukku. Aku tak akan menyangkalnya lagi. Aku memang lelaki buaya. Toh selain kalian berdua, masih ada lagi perempuan lain yang tengah menahan luka. Oleh karenanya, aku ingin mengakhiri semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku. Semoga dengan kenyataan ini, ada alasan bagimu untuk meninggalkanku. Percayalah, ketika aku tak memilihmu, aku pun tak akan memilih dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir bathin. Semoga kau lekas menemukan kekasih yang benar-benar tulus untuk mencintaimu seorang. Salam sayang untuk terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Surat ini kusampaikan kepada seseorang yang pernah menganggapku sebagai kekekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116156300326955760?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116156300326955760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116156300326955760' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116156300326955760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116156300326955760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/surat-terbuka.html' title='Surat Terbuka'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116122724066426287</id><published>2006-10-19T19:35:00.000-07:00</published><updated>2006-10-26T05:43:53.393-07:00</updated><title type='text'>Ketidakpastian</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan maksud hatiku ingin melukai perasaanmu. Aku pun tak tahu pasti apa yang sedang kulakukan ini. Aku mengalir begitu saja. Di setiap perhentian, di sanalah kumelepas lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun tak tahu pasti kenapa kumemilih jalan panjang ini. Seperti tak ada ujung, kuterus melangkah. Aku menyadari, akan ada banyak tempat pemberhentian. Tempat melepas lelah, atau sekadar selingan disela kepenatan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, aku pun tak pernah menjanjikan sesuatu kepada seseorang yang kujumpai. Kecuali kalau kau mendesakku. Aku akan berikan janji itu, kendati aku sendiri tak yakin, apakah aku akan bisa menepati janji itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutahu perjalananku masih panjang. Aku pun sendiri tak tahu pasti, kapan akan berakhir. Yang kubutuhkan adalah pehentiaan sesaat. Selingan sementara. Sambil menunggu kekuatanku pulih untuk melanjutkan perjalananku kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau tahu, pastinya kau akan mengerti. Kau tak akan sampai jatuh, apalagi sakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kau yang pernah memberiku tempat bersinggah, kusampaikan terimakasih. Suatu saat ketika kutemukan ujung perjalananku ini, mungkin aku akan kembali bersinggah di salah satu diantara kalian. Bisa juga tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah aku, yang penuh ketidakpastian! Maafkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116122724066426287?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116122724066426287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116122724066426287' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116122724066426287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116122724066426287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/ketidakpastian_19.html' title='Ketidakpastian'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116154909486330229</id><published>2006-10-18T11:57:00.000-07:00</published><updated>2006-10-26T05:45:32.306-07:00</updated><title type='text'>Pengakuanku</title><content type='html'>seri &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau apa yang kulakukan semalam hingga larut pagi. Aku tak tidur. Tiap kali hendak kupejamkan mata ini, kuteringat apa saja yang telah kulakukan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ringannya itu semua kulewati. Tak kuhiraukan kata-katamu yang telah kau bisikkan padaku sejak kumasih digendongan ibuku, perempuan tua yang kini mulai rapuh akibat ulahku. Di depan aku menurut, di belakang aku tak pernah lagi melakukan nasehat-nasehatnya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku membasah mengenang semua itu. Aku telah membohonginya selama ini, menyakiti orang-orang yang selama ini  tulus padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedari awal sebenarnya aku telah berusaha untuk menuruti keinginanmu. Tapi aku tak bisa membohongi perasaanku. Aku belum sepenuhnya bisa menjadi seperti yang kau harapkan. Terlalu terjal jalan yang kulewati, yang tak kau ketahui, yang tak seorang pun bisa mengerti....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau, ingin kuakhiri semua ini. Terlalu banyak orang terluka atas ketakmengertianku atas perasaanku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, aku akan menghitung, kepada siapa saja aku telah berbuat dosa. Akan kutulis semua permohonan maafku kepada mereka. Besok, aku akan menemuimu lagi di sini, di tempat yang sama, untuk menitipkan surat-surat yang telah selesai kutulis untuk mereka. Sebelumnya, aku akan membacakan semua isi surat itu, sekalian minta masukanmu barangkali ada yang terlewat yang belum kutulis dalam surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya siap, sampaikan pada mereka, aku tak bisa mengantarkannya sendiri. Katakan pada mereka, aku ada janji untuk mengantarkan satu surat yang tak bisa kuwakilkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116154909486330229?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116154909486330229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116154909486330229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116154909486330229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116154909486330229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/pengakuanku.html' title='Pengakuanku'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-116189365898322343</id><published>2006-10-17T12:53:00.000-07:00</published><updated>2006-10-26T13:20:24.713-07:00</updated><title type='text'>Tentang Lomba Blog</title><content type='html'>Sei &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;Lomba Blog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para pembaca blog ini, saya sampaikan bahwa beberapa waktu ke depan, sampai dengan 12 November 2006, beberapa tulisan yang diposting diblog ini untuk keperluan lomba &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/index.php"&gt;blog&lt;/a&gt;. Untuk itu, saya mohon maaf, jika ini kurang berkenan di hati teman-teman blogger semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tulisan yang akan saya kirim untuk lomba blog itu, tanpa melepaskan cirikhas blog ini. Bisa dibilang, secara materi hampir tak ada bedanya. Hanya saja, di setiap posting, saya cantumkan logo lomba karena ini syarat dari panitia, seperi yang bisa anda temukan di bawah posting tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap tulisan, di bawah judul, saya tulis keterangan "seri lomba blog". Ini memang bukan persyaratan dari panitia, tapi inisiatif saya sendiri untuk membedakan mana yang diposting untuk lomba dan mana yang bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan, beberapa tulisan saya buat berseri. Jadi, bila anda tak mengikutinya dari awal, mungkin akan kehilangan jejak, alias tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda berminat, anda juga bisa ikutan lomba blog ini, dengan mengisi formulirnya di &lt;a href="http://www.telkomsemarang.net/new/blog/daftar.php"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lomba.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/200/lomba.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-116189365898322343?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/116189365898322343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=116189365898322343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116189365898322343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/116189365898322343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/tentang-lomba-blog.html' title='Tentang Lomba Blog'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115977797737010588</id><published>2006-10-02T00:47:00.000-07:00</published><updated>2006-10-22T11:46:48.606-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Kekalahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/loss.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/320/loss.jpg" height="150" widht="200" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa yang kau harapkan dari kemenangan itu jika yang kau tujui adalah kematian. Kau tertawa, seolah bahagia akan menjadi keabadian. Padahal di saat yang sama kau menyadari jika setiap kemenanganmu itu adalah akumulasi kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan aku yang salah jika tak mengingatkanmu. Kupikir kau sudah cukup mengerti dengan jalan hidupmu. Dan kini kau sampai pada puncak kekalahan itu. Semua kemenangan telah kau dapatkan. Kemenangan itu kini terbayarkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah semua itu telah berakhir. Belum, ini baru separo dari perjalanan hidupmu. Kau masih punya kesempatan untuk menyusun kembali rencana di sisa hidupmu. Kau bisa mencapai kemenangan-kemenangan itu kembali. Namun untuk apa, jika pada akhirnya adalah kekalahan yang akan kau dapati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kutak ingin melihat kau senang. Hanya saja, kemenangan yang kau maknai adalah kebahagiaan semu. Kemenangan sesaat yang membuatmu terlena akan kebahagiaan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah dari kekalahan ini. Jangan berpikir lagi untuk menujui kemenangan itu, karena kau akan terbakar, kau akan menjadi sesumbar, dan ketika terjatuh, kau akan mengalami kesakitan yang begitu hebat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115977797737010588?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115977797737010588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115977797737010588' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115977797737010588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115977797737010588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/10/belajar-dari-kekalahan.html' title='Belajar dari Kekalahan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115953446353431316</id><published>2006-09-29T04:16:00.000-07:00</published><updated>2006-09-29T06:11:08.080-07:00</updated><title type='text'>Kutukan Masalalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/AgainstThePast.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/320/AgainstThePast.jpg" alt="" widht="250" border="0" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;Ucapanmu masih membekas, memenuhi isi kepala ini. Kau masih berdiri di depanku, mengulang-ulang kata-kata itu. Menunjuk-nunjuk ke mukaku, menumpahkan semua kesalahan kepadaku. Pening, pandanganku mulai buyar. Kunang-kunang berwarna keperakan beterbangan. Perlahan-lahan meredup hingga cahaya itu kemudian padam... aku tak melihat lagi apa yang ada dihadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terlempar di sebuah lorong gelap. Kutapakkan kaki hingga ke dasar. Kuberbalik, kudapati dinding yang tak kokoh, kuberbalik lagi, kudapati dinding yang sama. Aku sekarang di mana. Di belahan bumi manakah aku sekarang ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku siapa, untuk apa sekarang berada di tempat ini. Aku terasing dengan tempatku berpijak, aku tak kenal siapa diriku. Apakah aku punya masalalu, di mana itu semua sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah masalalu yang membawaku ke tempat ini. Masalalu pula yang membuatku tak mengenali diriku sekarang. Karena masalalu pula aku dipersalahkan. Aku hancur oleh karena kutukan masa lalu itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uppss, siapa kau yang datang mendekatiku dari balik kegelapan itu... eits.. apa yang akan kau lakukan. Kau akan kembali mengajakku ke masalalu itu...ah tidak. Aku tak mau lagi bertemu dengan orang-orang yang telah melukaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kau, apapun yang kulakukan, tetap salah di mata mereka. Telah banyak hal kukorbankan, bahkan diriku sendiri. Keluargaku, orang-orang terdekat, orang-orang yang kucintai, semua menjauh. Bertahun-tahun ketumpahkan semua perhatianku. Kuikuti setiap detail-detail hingga yang terkecil, kucoba dengarkan semua keluhan mereka, apa yang mereka berkan padaku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah aku hidup dengan keadaanku sekarang. Aku akan kembali dengan wujudku sekarang. Entah apa kata orang. Aku yang kini kasar, pemarah, cuek, aku cukup menyadarinya. Aku melakukan ini semua untuk diriku sendiri yang telah sekian lama tak kuperhatikan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah, sampaikan salamku kepada mereka. Aku di sini hidup bahagia... percayalah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115953446353431316?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115953446353431316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115953446353431316' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115953446353431316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115953446353431316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/09/kutukan-masalalu.html' title='Kutukan Masalalu'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115918009576813209</id><published>2006-09-25T02:17:00.000-07:00</published><updated>2006-09-29T05:59:02.030-07:00</updated><title type='text'>Kisah Lama Kembali Datang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/01_DayOldLove.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/320/01_DayOldLove.1.jpg" alt="" widht="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;Aku gugup menghampirimu siang itu. Kau melempar senyum. Kujabat tanganmu yang halus. Sesekali menatap merah dibibirmu yang mulai luntur oleh terik. Tapi wajahmu masih terlihat bersih dalam balutan kain jilbabmu. Sungguh, aku masih mengagumimu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun kemudian hanyut dalam obrolan. Aku menanyakan kabarmu. Sebaliknya, kau pun menyakan bagaimana kabarku. Memang, kita jarang, bahkan tak pernah lagi terlibat obrolan intim seperti ini, meski sesekali berjumpa. Kuakui akulah yang seringkali mengacuhimu saat kita bertemu. Bukan karena angkuh, aku tak siap bila harus menatapmu lebih lama. Aku cemas bila rasa itu kembali datang. Susah payah aku membunuhnya. Sementara aku tak tau, apakah kau masih merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, siang itu kudengar kabar darimu bahwa kau tak lagi menjalin hubungan dengannya, orang yang membuatmu meninggalkanku saat itu. Kita batal melanjutkan hubungan. Padahal saat itu, kau lah yang memulai. Kau lah yang membuatku tertarik kepadamu setelah kudengar ceritamu dari seorang sahabat karibmu yang juga dekat denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula aku tak percaya jika ternyata selama ini kau juga menyimpan rasa yang sama seperti yang kurasakan. Sampai seorang teman meyakinkanku bahwa kau memang benar-benar ingin menjalin hubungan denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari, dua hari, sebulan, aku masih belum memanfaatkan peluang itu. Padahal ini sudah lama-lama kunanti. Bulan kedua, ketiga, aku mulai melakukan pendekatan. Kita memang mulai dekat. Ngobrol seputar kehidupan pribadi, ketertarikan bersama, dan lain-lainnya. Tapi aku belum memutuskan untuk mengikatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat menyesal, ketika hendak bertekad-bulad untuk lebih serius menjalin hubungan, kau memutuskan untuk kembali kepada mantan kekasihmu. Memang, ini karena salahku. Aku terlalu lama membiarkanmu dalam ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, kau memberiku kabar bahwa kau kini seorang diri. Bahkan kau menegaskan tak ingin lagi kembali kepadanya. Sebelum mengakhiri percakapan, aku sempat menanyakan keinginanmu selanjutnya. Kau bilang sedang menunggu, menanti sampai dengan seseorang datang kepadamu. Tak banyak kriteria, yang penting setia, rajin beribadah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon pamit, Kau tersenyum manis sambil melambaikan tanganmu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati kecilku, sejujurnya aku masih mengagumimu. Bibirmu dengan senyum yang manis, sorot matamu dibalik lentik bulu mata memancarkan sinar, segalanya.... ingin kemiliki segala yang ada pada dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku menahan untuk tak mengatakan saat itu, karena aku masih berutang kepada seseorang. Aku berjanji untuk tak jalan dengan siapapun, ketika aku pun tak memilihnya. Aku pun sebenarnya ragu dengan kondisiku saat ini, ketika kau akhirnya menerimaku, aku tak bisa menjalaninya,.... &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115918009576813209?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115918009576813209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115918009576813209' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115918009576813209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115918009576813209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/09/kisah-lama-kembali-datang.html' title='Kisah Lama Kembali Datang'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115885071196548820</id><published>2006-09-21T07:05:00.000-07:00</published><updated>2006-09-29T05:57:16.300-07:00</updated><title type='text'>Melupakan Kesedihan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/beautifulbutsad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/320/beautifulbutsad.jpg" alt="" border="0" height="150" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap saat aku menantikan perjumpaan denganmu. Menunggu setiap detail perubahan yang terjadi pada dirimu. Sehari, dua hari, seminggu, sebulan,...menghitung waktu tanpa ujung kepastian.... Hingga kini, aku masih menjumpaimu seperti dulu, tak banyak perubahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah disaat aku mengkhawatirkanmu, kau justru mencemaskan diriku?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang menjadi masalah barumu. Kau sendiri kuwalahan memikul bebanmu saat ini, sempat-sempatnya mengurusi orang lain,... Kau sebenarnya perlu beristirahat untuk tidak memikirkan persoalan yang memberat... Nikmati saja hari-harimu seperti kau berada di alam bebas... Anggaplah rumah itu adalah syurga, semua orang yang kau jumpai adalah orang yang akan menolongmu, tak ada orang yang jahat, apalagi ingin menyakitimu... bebaskan... bebaskan segala yang memenuhi kepalamu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sepengetahuanmu, aku akan meminta orang-orang itu untuk memperbincangkan segala hal yang akan mengingatkanmu kepada kesedihan... Aku akan meminta mereka untuk bercerita tentang indahnya melukis pelangi, gemercik suara air yang mengucur ke dasar karang, nyaring, sempurna....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, kau akan melupakan kesedihan. Di sisa-sisa hari-harimu nanti adalah kebahagiaan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115885071196548820?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115885071196548820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115885071196548820' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115885071196548820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115885071196548820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/09/melupakan-kesedihan.html' title='Melupakan Kesedihan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115699744562773360</id><published>2006-08-30T19:47:00.000-07:00</published><updated>2006-09-27T19:57:28.390-07:00</updated><title type='text'>Nightmare</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/nightmare.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 221px;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/320/nightmare.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Seseorang yang sepertinya tak asing menemuiku semalam. Dia mengenakan pakian serba gelap. Berdiri dibalik pintu dengan tatapan kosong. Ah, itu pasti bukan kau. Tapi kenapa firasatku mengatakan orang itu adalah dirimu. Orang yang selama ini sepintas-lalu dari keseharianku. Baru setelah kini kau menjauh, aku kerap memikirkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya aku tak menduga kalau orang itu adalah dirimu. Kau datang tak seperti biasanya. Jika itu benar dirimu, mengapa kau cuma menengokku dari balik pintu. &lt;span class="fullpost"&gt; Melihatku dengan tatapan seperti itu. Kau tak berkata-kata. Senyum pun tidak. Adakah yang salah dengan diriku. Atau adakah sesuatu yang menimpamu di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau itu hanya mimpi. Beberapa waktu terakhir aku sering mendapati mimpi serupa. Selalu saja aku tak menemukan jawabannya. Tadi pagi aku tak memikirkannya lagi. Besok aku akan tidur lebih awal agar punya cukup energi untuk menolak mimpi itu datang kembali. Jika terpaksa muncul lagi, aku pun tak akan memikirkannya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115699744562773360?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115699744562773360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115699744562773360' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115699744562773360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115699744562773360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/08/nightmare.html' title='Nightmare'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115566368325492962</id><published>2006-08-15T08:09:00.000-07:00</published><updated>2006-08-29T22:47:45.076-07:00</updated><title type='text'>Sampai Jumpa Esok</title><content type='html'>Baru saja bisa sedikit lega, kali ini batinku kembali berguncang melihat kau kembali merintih kesakitan. Aku membututimu ketika mereka membawamu menuju sebuah ruangan. Cairan merah terus mengucur hingga berceceran di sepanjang jalan yang kau lewati. Kepalamu naik turun, kekiri-kekanan, nafasmu seperti tersumbat. Berkali-kali nama suci itu kau sebut berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah dilakukan orang-orang itu padamu. Aku menyesal tak berada di sampingmu. Aku menyesal keluar dari ruangan itu sehingga aku tak tahu persis apa yang telah mereka lakukan padamu. Mungkinkah mereka salah mengambil tindakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Baru saja bisa sedikit lega, kali ini batinku kembali berguncang melihat kau kembali merintih kesakitan. Aku membututimu ketika mereka membawamu menuju sebuah ruangan. Cairan merah terus mengucur hingga berceceran di sepanjang jalan yang kau lewati. Kepalamu naik turun, kekiri-kekanan, nafasmu seperti tersumbat. Berkali-kali nama suci itu kau sebut berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah dilakukan orang-orang itu padamu. Aku menyesal tak berada di sampingmu. Aku menyesal keluar dari ruangan itu sehingga aku tak tahu persis apa yang telah mereka lakukan padamu. Mungkinkah mereka salah mengambil tindakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kudengar dari percakapan orang-orang itu, ada yang salah. Aku memang tak tau persis istilah-istilah yang mereka gunakan. Tapi aku menangkap isyarat ada yang tak beres baru saja terjadi padamu. Mungkin saja kau dijadikan bahan praktek anak-anak ingusan yang ingin sok jadi pahlawan itu. Tapi aku tak tau pasti, karena saat itu aku keluar ruangan. Aku mulai curiga ketika beberapa orang berhamburan keluar ruangan terlihat panik. Benar saja, saat itu kau tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, saat ini kau kembali terbaring di ruang pengap itu. Aku gagal menyembunyikan air mataku ketika kau minta aku mendekat di sampingmu sambil kau memintaku memegang jari tangan kananmu. Entah seperti apa yang kau rasakan saat itu, dunia bagimu mungkin sudah gelap. Kau memintaku memaafkan segala kesalahanmu. Ini hampir seperti yang kusaksikan beberapa tahun lalu, ketika hanya aku seorang diri menyaksikan orang yang kita sayangi itu dalam kondisi sekarat, tanpa kau, tanpa orang-orang yang seharusnya ikut serta menemaniku. Aku bertahan menanggung sendiri. Batinku makin teriris-iris bicaranya mulai ngelantur. Aku tak ingin kehilangmu, pun juga dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok pagi, di saat matahari belum tampak kemerahan, aku akan menungguimu kembali. Maafkan malam ini aku tak dapat menemanimu. Maafkan untuk doa yang belum sempat kupanjatkan, pesan yang belum kusampaikan. Aku terlalu sibuk mengatasi kegundahan perasaanku. Malam ini aku akan membekali diri untuk menemuimu esok hari. Percayalah, aku akan lebih kuat menghadapi segala keadaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga malam ini kau bisa tertidur nyenyak, melupakan sejenak kesakitanmu. Anggap saja catatan harian ini oleh-oleh untukmu ketika kau akan membacanya ulang suatu saat nanti.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115566368325492962?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115566368325492962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115566368325492962' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115566368325492962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115566368325492962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/08/sampai-jumpa-esok.html' title='Sampai Jumpa Esok'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115533415861011178</id><published>2006-08-11T14:08:00.000-07:00</published><updated>2006-08-29T22:57:28.140-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan dari Kota Tua</title><content type='html'>Akhirnya kau ceritakan semuanya kepadaku malam itu. Tentang tabir yang selama ini kau tutup rapat. Tentang gejolak batin yang memenuhi seluruh isi kepalamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatapmu dalam-dalam. Bukan menyimak ceritamu, tapi mencari bentuk yang hilang dari dirimu. Sulit sekali kurangkai sketsa wajahmu sepuluh tahun yang lalu. Ketika sebuah subuh kau bertolak menuju kota itu, tempat yang akhirnya membuatmu terasing dari dunia asalmu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/lonely.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/320/lonely.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya kau ceritakan semuanya kepadaku malam itu. Tentang tabir yang selama ini kau tutup rapat. Tentang gejolak batin yang memenuhi seluruh isi kepalamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatapmu dalam-dalam. Bukan menyimak ceritamu, tapi mencari bentuk yang hilang dari dirimu. Sulit sekali kurangkai sketsa wajahmu sepuluh tahun yang lalu. Ketika sebuah subuh kau bertolak menuju kota itu, tempat yang akhirnya membuatmu terasing dari dunia asalmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya ceritamu itu bukan berita baru bagiku. Aku sudah bisa menebakbnya. Tapi aku senang kau terbuka, aku tak sempat berpikir apakah kau tak menceritakan semuanya. Mungkin saja masih ada rahasia yang sengaja tak kau buka. Seandainya benar, maka kau salah besar. Semuanya sudah terungkap. Bukan lewat ceritamu itu, tapi dari apa yang kusaksikan. Aku bisa merasakan kepedihanmu saat ini. Setiap kali kumengenangmu, tersayat-sayat batin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan itu aku memikirkanmu. Apakah kau akan sanggup melanjutkan hidup ini. Diantara keraguan, kuyakinkan bahwa kau mampu melewati semuanya ini. Semoga saja setelah ini akan ada jalan yang lurus untukmu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115533415861011178?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115533415861011178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115533415861011178' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115533415861011178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115533415861011178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/08/perjalanan-dari-kota-tua.html' title='Perjalanan dari Kota Tua'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115392439453255149</id><published>2006-07-26T06:13:00.000-07:00</published><updated>2006-08-29T23:01:13.930-07:00</updated><title type='text'>Kututup Buku Harian Ini</title><content type='html'>Pernahkah kau mendengar sebuah lagu lama disela waktu senggangmu menikmati secangkir kopi atau diantara waktumu menikmati udara semilir di suatu senja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan irama rendah, kuputar lagu itu. Tiba-tiba saja aku seperti membuka-buka kembali catatan harian yang telah lama tak kuisi lagi. Apakah kau juga merasakan hal yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pernahkah kau mendengar sebuah lagu lama disela waktu senggangmu menikmati secangkir kopi atau diantara waktumu menikmati udara semilir di suatu senja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan irama rendah, kuputar lagu itu. Tiba-tiba saja aku seperti membuka-buka kembali catatan harian yang telah lama tak kuisi lagi. Apakah kau juga merasakan hal yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap lagu memiliki kisahnya sendiri. Lagu A mengingatkanku pada suatu peristiwa ketika pertama kali aku mengenal persahabatan dengan lawan jenis. Kapan peristiwa itu terjadi, aku sudah hampir lupa persisnya. Mungkin saat aku baru pertama kali masuk di SMU. Ya, ya aku ingat. Dia nangis, dia nangis terisak-isak. Mukanya disembunyikan dibalik bangku kelas baruku itu. Ah, aku tak mau mengingatnya lagi, aku malu. Tapi lucu juga, he .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lagu B membawaku pada suatu peristiwa di mana aku tengah dimabuk asmara dengan seorang perempuan teman seangkatanku. Aku sudah mengincarnya sejak masih duduk di semester awal. Lagu itu mewakili perasaanku saat itu. Aku sering memutarnya, menirukan suara sang vokalis, membayangkan aku yang sedang menyanyikan lagu itu di depan seorang gadis cantik berparas ayu, dengan membawa setangkai bunga mawar yang masih basah, atau aku yang memetik melodi gitar itu dengan petikan yang romantis, oh ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, bagiku lagu seringkali mewakili perasaanku yang tengah merindukan kehadiran seorang perempuan. Lagu itu mampu mengobati kegundahan hatiku saat itu. Maka kupilih lagu yang sesuai dengan mood. Lagi senang, lagi sedih karena patah hati, tinggal pilih saja. Lagu pun diputar sesuai pesanan situasi perasaan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, tapi tidak semua lagu lama itu mengingatkanku pada kisah romantisme asmara yang membuatku selalu ingin memutarnya kembali. Diantara lagu-lagu lama itu membawaku pada sebuah keadaan hingar bingar masalalu. Di tempat yang hingga saat ini masih setia menemani tidur  siang-bolongku itu, tak lagi kujumpai lagi  orang-orang yang dulu pernah bercanda  denganku di tempat ini. Cerita hari ini telah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang terakhir kuputar siang tadi, kini sudah beralih rasa. Lagu yang dulu kuputar dengan suka-cita, kutirukan setiap baitnya, kuputar hingga berulangkali, kini setiap petikan, setiap baitnya terasa menyayat-nyayat kenangan lamaku. Sudahlah, kututup saja buku harian ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115392439453255149?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115392439453255149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115392439453255149' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115392439453255149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115392439453255149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/07/kututup-buku-harian-ini.html' title='Kututup Buku Harian Ini'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115167488603704796</id><published>2006-06-30T05:03:00.000-07:00</published><updated>2006-08-29T23:13:14.956-07:00</updated><title type='text'>Menunggu Mukjizat</title><content type='html'>Kau ingin menolong kami. Menolong apa, menolong untuk apa? Bukankah kau dan teman-temanmu itu yang membuat kami seperti ini. Kalian tau kami sedang menerima musibah, tapi kalian malah menambah beban kami. Mending kalian pakai istilah lainnya. Jangan bilang ingin menolong kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian telah mempermainkan kami setelah kau sampaikan kebohongan atas sandiwaramu dan teman-temanmu itu. Kau tikam satu diantara kami, kemudian kau bilang, aku ingin menolongmu. Bah!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kau ingin menolong kami. Menolong apa, menolong untuk apa? Bukankah kau dan teman-temanmu itu yang membuat kami seperti ini. Kalian tau kami sedang menerima musibah, tapi kalian malah menambah beban kami. Mending kalian pakai istilah lainnya. Jangan bilang ingin menolong kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian telah mempermainkan kami setelah kau sampaikan kebohongan atas sandiwaramu dan teman-temanmu itu. Kau tikam satu diantara kami, kemudian kau bilang, aku ingin menolongmu. Bah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau rebut hati orang terdekat kami untuk berterima kasih atas jasa-sandiwaramu. Tidak, kau yang menciptakan semua ini. Kalaupun akhirnya kami harus melakukannya, itu karena terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat menyesal, tak berkutik kendati menyadari berada dalam perangkap kalian. Aku ingin membrontak, tapi hingga kini kalimat itu belum selesai juga kurangkai. Ada persoalan yang lebih penting yang harus kukerjakan lebih dulu. Maka untuk saat ini akan kuikuti permainan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tuhan, hingga kini kami masih mempercayaimu. Tapi kenapa kau tak juga menunjukkan kekuatanmu untuk melindungi kami. Kau biarkan kami menanggung beban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semua ini kami ciptakan sendiri. Kami salah, tapi mereka memanfaatkan kesempatan ini. Mereka mendholimi kami yang sedang kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu tak ada yang datang menolong kami. Bahkan Tuhan, Kau pun tak hadir di saat-saat kami membutuhkan kekuatannya. Tapi kami masih punya keyakinan, Kau akan berbuat sesuatu untuk kami. Entah kapan, atau mungkin sudah dilakukan, tapi tak mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masih menunggumu. Yach, kalau Kau keberatan menurunkan tangan-tangan kekuasaanmu secara langsung, kau bisa tunjukkan kami bagaimana merangkai kalimatmu,  kebenaran yang akan terus kami yakini. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115167488603704796?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115167488603704796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115167488603704796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115167488603704796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115167488603704796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/06/menunggu-mukjizat.html' title='Menunggu Mukjizat'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-115080197437850445</id><published>2006-06-20T02:45:00.000-07:00</published><updated>2006-08-29T23:19:32.876-07:00</updated><title type='text'>Terasing</title><content type='html'>Kau bilang hujan tak pernah turun lagi&lt;br /&gt;Dibalik jendala kamarmu itu, kau menulis sajak ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Lihatlah, bumi beretakan, hutan kepanasan,  gegunungan marah, kepada singa kepada babihutan yang tak pernah santun.&lt;br /&gt;Lihatlah mereka, tidakkah kau temukan anasir itu,&lt;br /&gt;Kalian ternyata serupa. Maka berdiamlah menerima murka!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kau bilang hujan tak pernah turun lagi&lt;br /&gt;Dibalik jendala kamarmu itu, kau menulis sajak ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Lihatlah, bumi beretakan, hutan kepanasan,  gegunungan marah, kepada singa kepada babihutan yang tak pernah santun.&lt;br /&gt;Lihatlah mereka, tidakkah kau temukan anasir itu,&lt;br /&gt;Kalian ternyata serupa. Maka berdiamlah menerima murka!&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Wahai pujangga,&lt;br /&gt;Kepada siapa kau berlindung, dibalik kata-katamu yang agung,&lt;br /&gt;Sementara kau biarkan makhluk-makhluk di sekitarmu teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarlah dari balik jendela kamarmu itu&lt;br /&gt;Agar kau bisa kembali menghidupi kata-katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:lucida grande;font-size:100%;"  &gt;Berikut ini adalah tanggapan Hasan Aspahani di milis &lt;a href="http://us.f381.mail.yahoo.com/ym/ShowLetter?MsgId=7769_42474243_12104393_2895_5799_0_20870_19672_2305923736&amp;Idx=429&amp;amp;amp;amp;amp;YY=55794&amp;inc=25&amp;amp;order=down&amp;sort=date&amp;amp;pos=17&amp;view=a&amp;amp;head=b&amp;box=Inbox"&gt;SEJUTA_PUISI@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;*****&lt;br /&gt;Apa Kabar di Semarang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="font-family: verdana;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangan disalahkan, atau jangan merasa bersalah dengan puisi. Menyadari bahwa penyair dan puisinya kadang terasing dengan kenyataan itu perlu. Tapi puisi dan penyair tidak selalu harus terasing dari kehidupan. Puisi itu seharusnya ada di dalam kehidupan. Ia mengambil peran dalam kehidupan. Apa pun yang tengah terjadi dalam kehidupan itu. Termasuk bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: verdana;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain harus menghayati - antara lain dengan jalan mengalami - peristiwa sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya, penyair harus sesekali mengambil "jarak aman" dari peristiwa. Pada saat itulah ia bisa melihat dengan cakrawala yang lebih luas. Ada hal yang tidak akan pernah sempurna kita hayati apabila kita terlalu dekat dengan hal itu. Bahkan kita harus meninggalkan kekasih untuk menciptakan rindu yang hebat, bukan? Dengan rindu, kita akan melihat kekasih kita dengan warna, rupa, dan aroma yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: verdana;" face="lucida grande"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: verdana;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kita harus puasa. Puasa jarak. Puasa ingat. Kita harus menjauh karena kita yakin bahwa kita tak akan pernah sepenuhnya meninggalkan. Kita harus melupakan karena kita tahu pasti bahwa kita tak akan pernah bisa seluruhnya menghapuskan. Apa yang masih kuat menarik dalam jarak yang kita bentang, apa yang masih tertinggal sebagai ingatan setelah kita mencuci otak dengan lupa adalah sesatu atau sedua atau setiga yang boleh kita hadirkan dalam puisi. Kita jadikan alasan untuk melahirkan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: verdana;" face="georgia"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/SPAN&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-115080197437850445?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/115080197437850445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=115080197437850445' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115080197437850445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/115080197437850445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/06/terasing.html' title='Terasing'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114957841377395804</id><published>2006-06-05T23:34:00.000-07:00</published><updated>2006-06-06T00:20:13.803-07:00</updated><title type='text'>Kecemasan</title><content type='html'>Aku mengingat-ingat di mana pernah berjumpa dengannya, kapan peristiwa itu terjadi. Ehm... apakah dia itu... tapi di mana ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulangkali kubolak-balik isi pikiranku, tapi tak juga ketemu.  Atau jangan-jangan  itu hanya alusiku. Dia ataupun sesuatu itu sebenarnya belum pernah terjadi dalam kehidupanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, pernahkah kau mengalami peristiwa seperti yang sedang terjadi padaku ini? Kesadaran kita saat ini terbayang-bayang oleh masa lalu, oleh sesuatu yang pernah terjadi dalam kehidupan kita. Tapi kita sendiri tak tau pasti kapan peristiwa itu terjadi, dan apakah benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang kulihat saat ini persis seperti yang pernah kubayangkan.  Laki-laki itu berjalan terpincang-pincang. Ia meringis kesakitan. Aku sungguh mengenalinya. Mungkinkah aku bermimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjadi bingung sendiri batas kesadaran dan mimpi. Peristiwa  yang kusaksikan seperti yang pernah kujumpai entah kapan dan di mana. Dan betapa kecewanya diriku saat ini ketika kecemasan itu benar terjadi. Sekarang benar-benar ada di depan mata.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114957841377395804?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114957841377395804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114957841377395804' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114957841377395804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114957841377395804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/06/kecemasan.html' title='Kecemasan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114865998953578020</id><published>2006-05-25T07:12:00.000-07:00</published><updated>2006-05-26T09:13:09.603-07:00</updated><title type='text'>episode sedih#1</title><content type='html'>Aku telah siap apa yang akan kusaksikan. Sebuah ruang gelap, bersekatan ruang-ruang sempit. Sepasang mata langsung memburu arah cahaya dari balik pintu yang baru saja dibuka oleh petugas yang mengantarkanku siang itu. Kutemukan wajah yang tak asing lagi tepat beberapa meter di depan pintu itu. Ya, aku sangat mengenalinya. Kau.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kabar rumah, Ibu sekarang sakit...?"&lt;br /&gt;"Aku salah. Aku khilaf. Aku salah...." ucapmu beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegangi tanganmu erat-erat. Ingin sekali kumemelukmu, menggendongmu pulang, setelah kuhancurkan  jeruji yang memisahkan kita. Kemudian mengajakmu bermain di sawah seperti waktu aku masih kecil. Kau menggendongku dibalik punggungmu. Kau mengajariku bermain layang-layang. Seharian kita bermain tanpa lelah. Kita tertawa riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini kau membuat airmataku menetes. Aku kecewa sedalam-dalamnya pertama kali mendengar kabarmu di siang itu. Ingin sekali aku menghajarmu, memberimu pelajaran agar kau menyadari betapa kau telah menyakiti orang yang kita sayangi, kita banggakan. Ingin sekali kuhajar setan di kepalamu itu.  Aku geram. Tapi aku iba menjumpai keadaanmu saat ini. Aku tak sanggup menyembunyikan kepedihanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutahu, ini akan menjadi hari-hari berat bagimu. Hari-hari penuh penyesalan yang kausadari telah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur. Dan tahukah kau, betapa sulitnya kami yang di luar sana menutup telinga, menutup mata, menghindari kerumunan orang? Aku ingin menjadi topeng bagi mereka, menanggung beban segala dosamu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114865998953578020?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114865998953578020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114865998953578020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114865998953578020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114865998953578020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/05/episode-sedih1.html' title='episode sedih#1'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114812194762221636</id><published>2006-05-20T02:03:00.000-07:00</published><updated>2006-05-26T09:50:40.900-07:00</updated><title type='text'>Episode Cintrong #4</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Selera dan Rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin kukatakan pada kalian, jangan berlebihan menilai sesuatu. Bagiku kalian tak istimewa kecuali sebagai seorang teman. Oleh karena itu, jangan menuntut sesuatu apapun dariku, melebihi kadar seorang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar aku suka salah satu diantara kalian, mungkin saja. Cuma suka, tak masalahkan. Perasaan ini kukira wajar. Aku memang punya hobi memelototi keindahan, kesempurnaan pada tubuh kalian. Membayangkan apa yang ada dibalik kain tipis itu. Upsss, tidak semua kubayangkan. Hanya bagian-bagian tertentu, hanya orang-orang tertentu yang memenuhi seleraku. Selebihnya tidak, melirikpun aku tak tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan begitu, aku menyukai salah sekian diantara kalian. Belum tentu. Aku cuma menyukainya untuk teman fantasi. Teman melamun. Kalau berlanjut hingga ke hubungan, pertemuan, percintaan yang sebenarnya, ya tak lebih dari fantasi. Sedari awal perasaan suka ini hanya muncul dari kekaguman ragawi. Bisa berlanjut, dan sangat mungkin sewaktu-waktu akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta, oh sungguh jauh kata itu kumaknai. Suka tak harus cinta. Tapi suka ada kriteria. Ini bisa saja berlanjut menjadi cinta. Sangat mungkin. Bagaimana bila tak ada suka kemudian ke arah cinta? Ehhhm tergantung. Tapi sulit memang. Aku belum bisa mencintai orang yang tak kusukai, orang yang tidak sama dengan seleraku. Tak tau bila dikemudian hari akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku salah bila aku menyuakai lebih dari satu orang. Sementara sampai sekarang kata cinta itu belum lagi kutemukan setelah seseorang itu berlalu. Ya, aku ingin bersenang-senang, siapa tau akan kutemukan cinta di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal teman, tidaklah. Aku tidak berselera bercinta dengan teman, tak juga rekan sprofesi. Tidak menantang. Oleh karena dari awal sudah kuputuskan sebagai teman, maka sudahlah tak mungkin kedekatan itu akan berubah menjadi rasa suka, apalagi cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali pernyataanku ini menyinggung kalian. Kalian bukan seleraku ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114812194762221636?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114812194762221636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114812194762221636' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114812194762221636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114812194762221636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/05/episode-cintrong-4.html' title='Episode Cintrong #4'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114806176137097693</id><published>2006-05-19T08:02:00.000-07:00</published><updated>2006-05-26T09:59:44.460-07:00</updated><title type='text'>Episode Cintrong #3</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Menemukan Arti Kesendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/mancing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/400/mancing.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Samudera itu teramat luas. Biru warna permukannya. Aku terdampar aku di salah satu sudut seberang sana. Terlampau kecil menjangkau kedalamannya. Tenggelam dibalik gemuruh ombak bersaut-sautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tengah barandai menjadi bagian keramaian di tepi pantai itu. Keramaian yang sebenarnya menyajikan kesunyian. Berkawan sebuah kail menunggui umpan itu menarik mangsa. Dan ketika mangsa itu terperangkap, aku akan berteriak kegirangan, merayakan kemenangan dalam kesepian, kesendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin berkata dengan lautan dan seisinya. Walau kutau mereka tak akan menjawab. Dalam gemuruh ombak, dalam kicauan burung beterbangan, birunya samudera, perahu yang terapung-apung, aku berharap bisa mebemukan jawabannya. Jawaban dari pertanyaan yang sangat ringan, mencari arti hidup. Kemanakah jalan yang harus kutempuh, manakah yang harus kupilih, benarkah dia yang terbaik untukku .....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114806176137097693?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114806176137097693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114806176137097693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114806176137097693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114806176137097693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/05/episode-cintrong-3.html' title='Episode Cintrong #3'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114788835568651031</id><published>2006-05-17T06:45:00.000-07:00</published><updated>2006-05-17T13:42:23.226-07:00</updated><title type='text'>Romantisme Perpisahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/Goodbye2.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/400/Goodbye2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seminggu yang lalu aku masih sempat bertemu dengannya. Aku menyesal tak banyak bercengkerama dengannya. Hari itu aku cuma pulang beberapa jam saja menjenguk keluarga di rumah-kampung-halaman. Siang tiba, sorenya balik ke semarang lagi. Kulihat ia tampak murung. Entah apa yang sedang dipikirkan kakak keduaku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang singkat itu kuhabiskan bersama si keponakan, anak sulung dari kakakku. Ia sekarang sudah mulai bisa jalan. Makin menggemaskan saja. Berat sekali sore itu meninggalkan rumah karena si perempuan kecil itu masih ingin ikut denganku. Memang seharian itu aku menemaninya, menggendong, menuntunnya jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Om nanti pulang, ntar Lia main sama Om lagi," hibur sang ibu disela-sela tangis perempuan kecil yang ada di gendongannya dengan logat bahasa Jawa khas Kendal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatapnya. Dua hari lagi dia akan ditinggalkan oleh sang ayah. Ia mungkin akan berjumpa lagi saat dirinya sudah mulai masuk usia sekolah. Saat itu ia bisa saja ia tak mengenali orang yang sering menggendongnya saat dirinya masih kecil. Ia mungkin akan melihat foto terlebih dulu untuk memastikan bahwa orang yang baru ia jumpai itu adalah lelaki yang telah melahirkan dan rahim ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama aku menatapnya sebelum akhirnya aku langkahkan kaki meninggalkan wajah sayu perempuan kecil. Sempat juga kulihat rona muka yang tak jauh beda pada laki-laki dewasa yang ada di sebelahnya dan juga perempuan yang menggendong si perempuan kecil. Sungguh masa-masa yang berat, gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, aku tak menyaksikan saat perpisahan kakakku itu dengan istri dan anaknya yang belum genap berumur satu tahun. Tapi aku merasa beruntung tak melihat peristiwa yang pasti bakal mengaharu-birukan itu. Lebih berat dari yang terjadi sore itu ketika aku berpisah dengan keluarganya. Aku baru sebatas paman bagi perempuan kecil itu, bagaimana dengan ia, yang akan meninggalkan anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/waiting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/320/waiting.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kak, sekarang kau mungkin tengah bekerja membanting tulang di negeri orang itu, atau mungkin tengah istirahat setelah seharian tadi kau bekerja. Istrimu malam ini mungkin tengah menimang-nimang si "malaikat kecil"-mu itu yang beberapa hari ini menangis kehilangan orang yang selalu menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bermaksud mengabarkan hal ini kepadamu. Kutahu kau akan semakin bersedih. Dan kau akan semakin banyak membutuhkan waktu untuk menatapi foto istri dan anakmu yang kau selipkan di dompetmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku kabarkan, anak dan istrimu baik-baik saja. Akhir pekan ini aku akan menengoknya. Seperti biasa, akan kusempatkan waktu seharian untuk bermain dengan si malaikat kecilmu itu. Entah kehadiranku itu akan mampu menggantikan kepergianmu. Mungkin saja ia menganggapku sebagai ayahnya. Toh ia belum tahu apa arti panggilan Om dan ayah yang sering diajarkan oleh ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupanjatkan dalam setiap doaku semoga kau dan keluarga kecilmu bisa melewati masa sulit ini. Kau bisa mendapatkan apa yang kau cari. Kutahu ini perjuangan yang amat berat dan melelahkan. Sekarang bekerjalah, lupakan sejenak pikiran yang mengganggumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap kau tak lupa dengan janjimu. Kau pergi demi anak dan istrimu. Suatu saat nanti kau akan kembali pada mereka. Merayakan kemenangan bersama keluarga kecilmu. Istrimu lebih cantik dari perempuan manapun. Anakmu lebih berharga dari apapun. Maka setiap kali godaan menghadangmu, ingatlah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun bukan waktu yang lama untuk sebuah perjuangan. Tak usah kau nanti perjumpaan itu. Kelak pasti akan tiba saatnya kita berkumpul lagi. Kau akan menemui anakmu sudah lancar bicara, sudah bisa memanggilmu ayah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114788835568651031?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114788835568651031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114788835568651031' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114788835568651031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114788835568651031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/05/romantisme-perpisahan.html' title='Romantisme Perpisahan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114790237203101483</id><published>2006-05-16T13:48:00.000-07:00</published><updated>2006-05-26T09:44:37.220-07:00</updated><title type='text'>Episode Cintrong #2</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Rindu dan Berahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kau makin liar saja bermain-main dalam alam fantasi pria itu. Merintih menggoda, berbisik memancing berahi. Mengendap-endap pria itu menuju kegelapan. Apa yang akan ia kerjakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, iaamelukis lekuk tubuhmu dengan keringatnya. Merekam rintih-tawamu dengan kain kumal yang ia bentangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, kalian telah berhadapan. Ini bukan fantasi lagi. Fisik kalian telah benar-benar bertemu, menyatu. Fantasi pria itu, atau mungkin juga fantasimu, menjadi kenyataan. Kalian mengulang kisah terlarang itu. Tapi tak lama, buru-buru diantara kalian menyadari kekhilafan. Uough, tapi kenapa sampai terulang lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku takut kalau sampai dia tau. Lagian cuma ini yang kau inginkan dariku. Kau tak mau mengakuiku di depan orang-orang itu," tanyamu.&lt;br /&gt;"Sudahlah, tak perlu kau bahas itu lagi. Kita melakukan ini karena kangen. Ya, sudahlah. Nggak perlu ada yang merasa bersalah," jawab pria itu.&lt;br /&gt;"Tapi kau tak berani memilihku kan?"&lt;br /&gt;"Kau telah lebih dulu memilihnya. Jangan buat aku serba salah"&lt;br /&gt;"Terus maumu apa, kau cuma ingin bersenang-senang"&lt;br /&gt;"Ya, aku cuma ingin menikmati tubuhmu. Kau sungguh belum ada duanya.... kau memenuhi hasratku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ya, benar dugaanmu. Pria itu memang tak sepenuhnya memilihmu. Benar juga kalau ia masih tergila-gila padamu. Tapi bukan untuk dijadikan pasangan hidup. Bukan. Kau hanya ada dalam fantasi liarnya. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi kini pria itu tengah bingung menentukan kemana hatinya berlabuh. Telah banyak umpan disebar, jaring ditebar, namun sampai kini ia sendiri masih ragu akan hasil tangkapannya. Ia ingin mangsa yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ia pernah mendapatkannya. Tapi lepas lagi karena ia tak segera menjeratnya. Akhirnya tangkapan itu lepas lagi. Ia sangat kecewa. Mungkinkah ia tengah melampiaskan kekecewaannya itu, ataukah kekuasaan yang ia harapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu. Cobalah kau baca sajak yang ia tulis berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu anggur&lt;br /&gt;seteguk nikmat pelipur sepi&lt;br /&gt;makin dekat kian memabukkan&lt;br /&gt;sedang jauh menawar kerinduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu anggur&lt;br /&gt;senikmat arak disela fantasi&lt;br /&gt;kekekalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114790237203101483?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114790237203101483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114790237203101483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114790237203101483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114790237203101483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/05/episode-cintrong-2.html' title='Episode Cintrong #2'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114667385249078822</id><published>2006-05-03T06:27:00.000-07:00</published><updated>2006-05-03T09:54:23.800-07:00</updated><title type='text'>menghitung kata</title><content type='html'>Duapuluhtiga huruf tersusun menjadi kata tanpa rupa. Lidah menjulur memuntahkan bah... Telompah kaki berlompatan sunyi jejak. Kata-kata itu tenggelam dibalik dasar rerumputan. Bola matari meleleh... menghujam kata-kata kegersangan. Mata membelalak, lidah meludah kotoran kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teriak bersahutan duapuluhtiga waktu...&lt;br /&gt;aku baru saja terbangun dari tidur panjang&lt;br /&gt;THANKS GOD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114667385249078822?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114667385249078822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114667385249078822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114667385249078822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114667385249078822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/05/menghitung-kata.html' title='menghitung kata'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114606199157530141</id><published>2006-04-26T06:35:00.000-07:00</published><updated>2006-04-26T07:33:11.643-07:00</updated><title type='text'>Kutemukan Tuhan di Rumah Sakit</title><content type='html'>Perempuan itu masih tergeletak di ruang ICU. Wajahnya pucat sekali. Agak kebiru-biruan. Garis keriput tampak mengendor. Sore ini nafasnya mulai teratur. Kondisinya sudah lebih baik dari malam sebelumnya. Aku benar-benar tak sampai hati menatapnya lebih lama. Malam itu nafasnya tersengal-sengal, seolah-olah tersumbat oleh selang di hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini ia sudah bisa bercerita. Sudah mengenaliku. Aku senang. Tapi jadi sedih ketika ia mulai bercerita. Angka di layar monitor itu berkurang. Nafasnya masih belum stabil. Aku menyesal mengajaknya bicara. Maka aku pun diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, orang-orang yang menjenguknya itu malah mengajak bicara. Aku kesal sekali. Dongkol. Nggak tau ya kalau orang sakit itu perlu istirahat. Apalagi ia tengah berada di ruang ICU, dan kondisi pernafasannya juga belum stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih mengamati orang itu. Aku ingin menyela pembicaraan dan bilang kepadanya agar tak mengajaknya bicara. Tapi tak kesampaian. Ah... mending aku keluar ruangan daripada berlama-lama melihat pemandangan yang amat menyiksaku. Benar-benar bego orang itu, tak punya perasaan, gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kenapa aku jadi sewot sendiri. Kenapa aku jadi dongkol. Bukankah perempuan masuk rumah sakit karena tekanan darah tinggi dan juga mengidap konplikasi. Sebelumnya ada kejadian yang membuatnya kesal. Kenapa aku tak belajar dari kejadian ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga. Akhir-akhir ini emosiku relatif tinggi. Aku mudah sekali tersinggung. Gampang naik darah bila sedikit saja ada orang iseng. Apalagi ketemu orang yang menyebalkan, ingin membunuhnya saja. Iya, kenapa aku jadi mudah sekali naik darah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak sekali persoalan menumpuk di kepala ini. Semakin kupikir, serasa kepala mau pecah. Sudah dihapus satu, muncul lagi masalah lainnya. Kadang terpikir untuk lari dari semua masalah itu. Melupakan segalanya. Tapi bagaimana, bunuh diri, aku tak akan melakukannya. Tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, aku jadi takut juga seandainya tiap hari aku uring-uringan. Kasihan juga kadang sih teman-temanku di HW itu yag kerap kali kujadikan sasaran. Habis mereka tak beres juga sih. Tapi, aku benar mulai saat ini untuk mengurangi marah, mengendalikan emosi, seolah-olah tak punya masalah, tapi bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah tak punya masalah... ehm, emang nggak bisa sih. Masalah itu tetap akan muncul. Menghindari masalah, hanya akan menambah masalah. Tapi memikirkan masalah bikin stress. Ya, aku ingat kata kakakku itu. Fokuslah pada pemecahan masalah itu, jangan pada masalah itu sendiri. Pikirkan bagaimana jalan keluarnya, sambil jalan. Oke deh akan aku coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari berkunjung ke rumah sakit, membuka kembali kesadaranku, betapa mahalnya kesehatan. Tak hanya yang sakit saja yang merasakan perih, yang menunggui juga bingung, keluarga juga cemas memikirkan antara hidup dan mati, belum lagi masalah duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang tergeletak di ruan ICU itu tak lain adalah adik kandung ayahku. Meski sebelumnya aku tak begitu dekat dengannya, tapi aku merasakan bahwa yang sakit itu keluargaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat bagaimana ibuku dulu tengah sakit kritis. Aku bersyukur dia bisa selamat dari malam-malam yang menakutkan itu. Ya Allah, tuhan segala kasih, berilah perlindunganMu pada orang-orang yang kucintai. Terima kasih kau memperingatkanku. Di sini aku bisa menemukanMu kembali. Aku ingin berdekat-dekat lagi denganMu. Terima kasih Allah, Kau telah mengingatkanku. Tapi janganlah kau beri cobaan di luar kemampuanku. Aku mohon...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114606199157530141?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114606199157530141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114606199157530141' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114606199157530141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114606199157530141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/04/kutemukan-tuhan-di-rumah-sakit.html' title='Kutemukan Tuhan di Rumah Sakit'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114607480787617385</id><published>2006-04-24T08:47:00.000-07:00</published><updated>2006-04-28T09:25:10.653-07:00</updated><title type='text'>asmara di bawah satu atap#1</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antara ya dan tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Aku sebenarnya sudah tak kaget lagi mendengar pengakuannya itu. Hanya saja aku tak menduga bila kata itu akan terucap dari bibirnya yang selama ini lebih banyak tertutup. Dia kukuh sekali mempertahankan perasaannya. Terlalu berhati-hati untuk mengatakan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Sungguh, aku tak berniat menjebakmu. Justru aku ingin agar persoalan ini terselesaikan. Tidak ada lagi kesalahpahaman. Aku melakukan itu kepadamu sama seperti yang kulakukan kepada orang lain.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya sudah, berarti aku salah paham, " ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak begitu maksudku. "Kau suka padaku bukan, kalau tidak buat apa kau bersikap seperti itu," tanyamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebentar dulu. Bukan masalah suka atau tidak suka. Aku sekarang tak bisa untuk mengatakan ya atau tidak. Siapapun orangnya, siapapun kamu, akan menjadi masalah bagiku. Saat ini aku tak bisa," jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku serba salah harus menjawab bagaimana. Entah apa yang kau tangkap dari jawabanku itu. Penolakan, atau ketidaktegasan. Semoga saja kau tidak memahaminya sebagai penolakan, karena itu pasti akan menyakitkan hatimu. Aku pernah merasakan hal ini. bersambung.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114607480787617385?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114607480787617385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114607480787617385' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114607480787617385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114607480787617385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/04/asmara-di-bawah-satu-atap1.html' title='asmara di bawah satu atap#1'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114522531352225053</id><published>2006-04-16T14:39:00.000-07:00</published><updated>2006-04-16T15:08:33.540-07:00</updated><title type='text'>serpihan kelam</title><content type='html'>Lembut daun bibirmu menyisa di ubun-ubun&lt;br /&gt;mengeras menyapa setiap perjumpaan&lt;br /&gt;pada bidadari-bidari yang menawar rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nafasku tersengal pun jantung berguguran&lt;br /&gt;bersujud di dasar berahi dibalik ombak rambut lehermu&lt;br /&gt;seraya menghela nafas, kenapa aku masih mengingatmu&lt;br /&gt;ketika seribu bidadari telah terjerat perangkapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hendak bermain-main tanpa mengenangmu&lt;br /&gt;merasai secawan-anggur-beserta  tubuh&lt;br /&gt;para bidadari  menanti luka&lt;br /&gt;1-2-3 .... aku tak hendak membalasmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114522531352225053?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114522531352225053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114522531352225053' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114522531352225053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114522531352225053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/04/serpihan-kelam.html' title='serpihan kelam'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114485809864118362</id><published>2006-04-12T08:28:00.000-07:00</published><updated>2006-04-12T09:08:18.680-07:00</updated><title type='text'>Membaca Tanda</title><content type='html'>Berandai mata batin ini bisa membaca setiap tanda, aku tak perlu berlama-lama menerka apa yang baru saja terjadi di sekitarku. Persoalan yang teramat rumit ini bisa diurai. Setidaknya, kegalauanku akan subyektivitas penilaian perasaan bisa terpecahkan. Siapa-siapa saja orang yang berada dijalanku, dan siapa yang berseberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda itu selalu mengganggu, mengusik alam bawah sadarku. Muncul satu figur, berderet macam petanda.  Mulanya aku ragu menyimpulkan. Tapi, itu tak pertama kali ini muncul. Ah, pasti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku belum punya bukti. Mungkinkah tanda-tanda itu bisa mengurai dengan sendirinya? Ah tidak, aku harus siapkan perangkap, aku yakin akan kesahihan petanda yang kurangkai itu, aku hanya butuh bukti...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114485809864118362?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114485809864118362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114485809864118362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114485809864118362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114485809864118362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/04/membaca-tanda.html' title='Membaca Tanda'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114457074465679606</id><published>2006-04-08T21:23:00.000-07:00</published><updated>2006-04-09T01:33:01.183-07:00</updated><title type='text'>Aku yang Hilang</title><content type='html'>Ma, sudikah kau menolongku mengenali siapa diriku. Begitu banyak orang kujumpai, tak luput mereka yang kau kenalkan padaku, membuatku lupa siapa diriku seperti ketika kau bawa pertama kali ke semesta alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang dulu kau bilang bagai batu, sekarang tak lebih dari sebuah kertas yang mudah terbakar oleh percikan bara, mudah hancur tersiram air, begitu lemahnya aku saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mudah meneteskan air mata melihat anak kecil di pinggiran jalan. Aku mudah larut dalam kesedihan, segera hanyut dalam keramaian. Tiba-tiba saja aku merasa hilang, siapa aku sekarang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114457074465679606?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114457074465679606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114457074465679606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114457074465679606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114457074465679606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/04/aku-yang-hilang.html' title='Aku yang Hilang'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114305176024990140</id><published>2006-03-22T10:03:00.000-08:00</published><updated>2006-03-22T10:22:40.460-08:00</updated><title type='text'>met ultah teman segala waktu</title><content type='html'>.....darimana harus memulai&lt;br /&gt;arah kata yang tiada muara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat ulang tahun teman segala waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lama lagi usia kita sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua bulan lagi aku akan menyusulmu yang ke-23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah apa ini yang terakhir kita masih bersama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114305176024990140?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114305176024990140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114305176024990140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114305176024990140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114305176024990140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/03/met-ultah-teman-segala-waktu.html' title='met ultah teman segala waktu'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114243846452102192</id><published>2006-03-15T07:35:00.000-08:00</published><updated>2006-03-15T08:01:04.570-08:00</updated><title type='text'>Hawa yang Pesakitan</title><content type='html'>Perempuan, kenapa kau selalu saja membuat masalah. Andai saja Hawa tak memakan buah haram itu, mungkin manusia tak akan diturunkan ke bumi. Mungkin saat ini seluruh manusia akan menikmati hidup di surga. &lt;em&gt;Ough betapa nikmatnya!&lt;/em&gt; Belum cukup puaskah kau merenggut kebahagian seluruh umat manusia, termasuk kebahagianku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau egois, perempuan. Tak juga kau sadari bahwa dirimulah sumber petaka kehidupan di dunia ini. Andai kau sedikit saja dapat menahan berahimu untuk tak memakan buah haram itu, kita manusia tak akan turun ke alam fana ini. Kita akan kekal hidup selama-lamanya di syurga. Neraka tak akan diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kau tetap tak berubah. Kau tetap saja buat masalah. Ada-ada saja. Kau buat orang seantero jagat ribut gara-gara goyang pinggulmu. Apa sih hebatnya. Cuih! Kau senang rupanya menjadi bahan pergunjingan orang-orang yang menjadi idiot karenamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sungguh narsis, perempuan. Kau merasa setiap jengkal tubuhmu adalah keindahan. Lekuk tubuhmu sengaja kau tonjolkan. Kau bilang seksi. Giliran ada orang melihat, kau bilang mata keranjang. Jangan kau salahkan bila ada orang yang menggodamu, bukankah kau sendiri yang mengundangnya. Kau adalah sumber petaka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau egois, perempuan. Sudah begitu menyebalkan dirimu bila kuingat sejarah kesalahanmu yang panjang, kau masih pula menyalahkan pasanganmu. Kau bilang lelakilah sumber segala permasalahan. Enak saja. Tak sadarkah, atau pura-pura bodohkah dirimu akan kesetian Adam yang rela turun ke bumi gara-gara ulah begomu itu. Andai saja dia egois, dia tak sudi menemanimu turun ke bumi yang gersang ini. Dia bisa saja minta tuhan untuk menciptakan makhluk lain, yang mungkin namanya bukan perempuan. Apapun lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah begitu, kau masih bilang tuhan tak adil. Apalagi ini, kau sungguh tak tahu diri. Sudah salah, malah balik menyalahkan orang lain, Tuhan pun kau salahkan. Andai saja aku Tuhan, kau pasti kukutuk agar lelaki tak tertarik lagi padamu. Mampuslah kau. Kalau sudah begitu, kau mau apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan, maaf kalau aku memandangmu sinis. Itu bukan karena aku laki-laki. Bukan. Aku di sini bisa berarti siapa saja. Laki-laki juga perempuan. Tentu saja perempuan yang sadar diri. Tentu juga laki-laki yang bisa menempatkan diri. Bukan laki-laki yang hanya mengeksploitasi tubuhmu. Bukan perempuan yang dengan bangga menyerahkan mahkotanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sekali saja Hawa melakukan kesalahan. Cukup sekali saja Adam lalai tak mengingatkanmu ketika kau melakukan kesalahan. Seharusnya kalian saling mengingatkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pula kau anggap aku di sini sebagai Tuhan. Aku sama seperti kalian. Aku juga cucu Adam-Hawa.  Tapi aku yang telah menjelma menjadi wujud lain. Bukan laki-laki tak juga perempuan. Mulai sekarang, kalian tak perlu saling menyalahkan. Sebaliknya, kalian harus saling mengingatkan. Itu semua demi mencapai hidup keabadian kelak setelah kehidupan fana ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114243846452102192?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114243846452102192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114243846452102192' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114243846452102192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114243846452102192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/03/hawa-yang-pesakitan.html' title='Hawa yang Pesakitan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114148275411338376</id><published>2006-03-04T05:08:00.000-08:00</published><updated>2006-03-04T06:32:40.480-08:00</updated><title type='text'>Perempaun di Seberang Pulau</title><content type='html'>Benarkah kau datang disaat yang tidak tepat. Ketika aku sedang banyak masalah. Soal kuliah, organisasi, keuangan, sampai soal perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa tiba-tiba saja malam ini aku kedanan ingin menyusulmu. Seperti kemarin sore, aku sudah bertekad bulat berangkat ke Jakarta. Usai kerja, aku akan langsung berkemas seadanya. Malam itu pokoknya aku harus menyusulmu, karena kau akan segera pulang ke asal tanah kelahiranmu di seberang pulau sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah siap-siap berkemas. Tak banyak persiapan. Cukup cuci muka, tak sempat mandi karena waktu sudah mendesak. Pukul 20.00 WIB, aku harus sudah sampai stasiun KA Poncol. Aku mungkin akan naik kereta ekonomi Kertajaya, yang berangkat dari Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rencanakan akan tiba di Jakarta dini hari. Sekitar subuh atau mungkin lebih awal. Tapi bisa saja telat karena kereta ekonomi tak bisa dipastikan. Siangnya aku akan menemuimu di Bandara. Ya, kuperkirakan masih sempat, karena jadwal penerbangan pesawat yang akan kau tumpangi direncanakan pukul 14.00. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandara itu akan menjadi saksi pertemuan kita. Pertemuan pertama, dan entah kapan akan berjumpa lagi. Aku membayangkan memelukmu erat menjelang perpisahan, sambil membisikkan kata-kata indah. Kau juga memelukku erat, seperti tak ingin melepaskan. Saudara-saudara yang mengantarkanmu itu terpana melihat kita berdua. Begitu juga orang-orang di Bandara yang menyaksikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian datang seorang pramugari cantik yang menghampirimu karena pesawat akan segera berangkat. Pokoknya benar-benar seperti adegan di film layar lebar atau di sinetron itu. Lebih konyol lagi, pesawatmu akan terbang mundur, seperti di salah satu film Warkop DKI, Dono-Kasino-Indro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Suatu hari, ada pesan di shoutbox yang kupasang di blogku. Dari namanya, pengirimnya kukira seorang perempuan. Dia ingin berkenalan denganku. "Jangan kau menutup diri, " pesanmu yang kau tulis dalam bahasa Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu siapa perempuan itu. Kok dia tahu alamat blogku. Bilang agar aku tidak menutup diri. Ah siapa dia. Mungkinkah aku pernah berjumpa dengannya, atau mungkin dia pernah jumpa atau kenal entah dari teman, atau....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ada email baru yang juga dikirim oleh perempuan yang meninggalkan pesan di shoutbox itu. Aku baru tahu kalau dia ternyata kenal aku di salah satu milis pers mahasiswa. Rupanya dia masih penasaran denganku yang kerap mengirim tulisan dengan nama samaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau siapa sih, benarkah manusia sejati itu namamu. Kalau itu benar tulisanmu, aku akan sangat menghargaimu. Aku ingin berteman denganmu, "kurang lebih bunyi email itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak langsung menannggapinya. Kejadian seperti ini sudah biasa. Mungkin saja mereka cuma iseng. &lt;em&gt;Maklum selebritis dunia maya, gumamku. Kek kek kek&lt;/em&gt; Baru kemudian esoknya kubalas, karena merasa tak enak. Siapa tau yang satu ini tak cuma iseng. Boleh lah ditanggapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari situ, kami kemudian saling kirim email. Hari berikutnya kami janjian &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;. Kami ngobrol banyak. Dia memperkenalkan dirinya. Begitu juga aku. Kami ngobrol tentang seputar dunia mahasiswa. Seperti ini terus berlanjut. Bahkan kami saling kirim sms, saling telepon. Hingga suatu kali, pembicaraan kami tertuju pada persoalan yang lebih privat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudmu apa kau bilang say," tanyanya dalam sms. Sepertinya dia marah karena aku terkesan bercanda. Dia mungkin merasa dijebak untuk mengatakan bahwa dia sebenarnya suka pada diriku, namun setelah itu aku malah tak memberikan kepastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, hubungan kami masih berlanjut. Kami saling telepon. Hallo say, hallo my honey, sapaan-sapaan yang sering kami gunakan, baik dalam &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;, sms maupun telepon. Entah ini namanya apa. Yang jelas, kehadirannya mengisi hari-hariku. Begitupun dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sejujurnya aku masih ingin melanjutkan hubungan ini. Tapi terserah kamu lah my honey. up to u," bunyi pesanmu menjawab emailku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya kau ngambek gara-gara aku telat janjian &lt;em&gt;chatting&lt;/em&gt;. Aku pun sebel karena sepertinya kau tak mau tahu kalau malam itu aku juga lagi dapat musibah. Maka kuputuskan juga malam itu untuk tak menghubungimu lagi. Tapi membaca emailmu itu, aku mengurungkan niatku, karena sebenarnya aku pun masih menikmati hubungan kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hari ini adalah kesempatan terakhirku untuk bertemu denganmu. Apapun yang terjadi aku harus menemuimu. Aku sudah bersiap-siap. Malam itu kupustuskan akan menyusulmu ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Din, besok kamu bisa rapel jamku. Aku besok ada keperluan. Nanti kuganti lain waktu," bunyi sms dari teman kerjaku. Aku sungguh tak enak untuk tak menyanggupinya. Aku masih orang baru. Tak mungkin aku menolaknya. Aku tak tau harus ngomong bagaimana. Ah, rencanaku batal! Batal!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyesal kenapa tak menyempatkan waktu sebelumnya. Padahal sebulan lebih kau berada di Jakarta. Entah, apakah ada kesempatan kita akan bertemu. Sementara kau malam ini telah terbang kembali ke pulau asalmu, di pulau Sumatera, di Medan sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih menunggu kiriman film titipanku yang kau belikan di Jakarta. Mungkin itu sebagai kenang-kenangan darimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114148275411338376?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114148275411338376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114148275411338376' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114148275411338376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114148275411338376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/03/perempaun-di-seberang-pulau.html' title='Perempaun di Seberang Pulau'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114123136419817712</id><published>2006-03-01T06:03:00.000-08:00</published><updated>2006-03-01T08:42:44.260-08:00</updated><title type='text'>Syurga Bukan Kenikmatan</title><content type='html'>Meliuk-liuk pantat dibalik sarung&lt;br /&gt;Tertiup lirih&lt;br /&gt;Jatuh di bawah tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah syurga diantara bilahan dada&lt;br /&gt;Menggumpal sesak di ruang kepala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilat halilintar menggempur bumi&lt;br /&gt;Kenikmatan itu pun lalu menjauh&lt;br /&gt;Berganti kecemasan tak berkesudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau anak merpati,&lt;br /&gt;Tak sekalipun aku mencintai ibumu&lt;br /&gt;Kecuali terlanjur telah melahirkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula syurga yang kutujui&lt;br /&gt;Melepas baju segala yang fana&lt;br /&gt;Tapi kini hatiku terbelah&lt;br /&gt;Di syurga tak ada kenikmatan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114123136419817712?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114123136419817712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114123136419817712' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114123136419817712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114123136419817712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/03/syurga-bukan-kenikmatan.html' title='Syurga Bukan Kenikmatan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-114032886933459001</id><published>2006-02-17T20:48:00.000-08:00</published><updated>2006-02-18T22:08:41.240-08:00</updated><title type='text'>Bertemu Orang Menyebalkan!</title><content type='html'>Aku sudah berjaga-jaga kalau kata itu diucapkan lagi. Aku geram mendengarnya. "Nggak...." kata itu benar-benar terucap lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan Anda menjumpai orang jenis ini. Apapun gagasan yang kita lontarkan akan selalu dibantahnya. Masih mending kalau tidak dipotong ditengah jalan. "Nggak gitu, nggak gini, ....". Menyebalkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar menjumpai orang menyebalkan itu. Ada tiga orang, seingatku. Yang terakhir, aku bertemu dengannya belum lama ini, dia datang bersama kakakku ke tempat kerjaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya kami bertiga terlibat perbincangan santai. Aku bertanya kepada kakakku tentang kabar rumah. Begitu sebaliknya dia tanya tentang kabarku yang lama tak pulang ke Kendal, kampung halamanku. Kemudian aku dikenalkan dengan kawannya di bisnis baru yang tengah digelutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia, teman kakakku itu, bertanya tentang kerjaku. Kami kemudian terlibat diskusi tentang media. Dia dulu mantan aktivis mahasiswa waktu kuliah di Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang lebih muda, aku pun menjawab seperlunya. Kupikir dia tahu tentang banyak hal. Tetapi, setiap jawaban yang kuberikan selalu disanggahnya. "Nggak begitu, maksudku....."ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali dua kali, aku membiarkannya. Aku tak enak menyanggahnya. Tapi akhirnya aku capek juga. Aku mencoba untuk mengalah untuk mengikuti pandangannya. "Maksud sampeyan bagaimana....," tanyaku ingin tahu apa pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh begitu, jadi......" kataku (berpura-pura) mengiyakan pendapatnya. &lt;br /&gt;"Nggak gitu, ....."ia menimpalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa sih mau orang ini. Aku merasa bodoh di depan dia, karena setiap kali ucapanku disanggahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sudahlah barangkali itu sudah menjadi kebiasaannya, lalu buat apa aku jengkel. Toh kejadian seperti ini tak baru kali ini kualami. Dua orang lainnya malah teman di HW. Karena keduanya yuniorku, aku masih berbaik hati menegurnya. "tolong lain kali jangan kayak gitu kalau sedang diskusi ke orang lain. mencobalah mengerti pendapat orang lain, meskipun kita tak setuju, " kataku saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena yang satu ini dia lebih tua dariku, ya kubiarkan saja. Orang tua kok masih kayak anak kecil. Diskusi kok kayak debat kusir. Ah biarkan saja, toh kalau dia terus-terusan seperti itu akan dikucilkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya aku kirim sms ke kakakku. "Temanmu itu kok sableng ya?"&lt;br /&gt;"Ah kau masih perlu belajar lagi untuk menghadapi tipe orang sepertinya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga katanya. Sialan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-114032886933459001?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/114032886933459001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=114032886933459001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114032886933459001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/114032886933459001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/02/bertemu-orang-menyebalkan.html' title='Bertemu Orang Menyebalkan!'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113922379890422639</id><published>2006-02-06T02:58:00.000-08:00</published><updated>2006-02-06T03:03:18.923-08:00</updated><title type='text'>Teruntuk Bunda</title><content type='html'>Keriput wajah nan tirus&lt;br /&gt;Bersamanya hilang keceriaan&lt;br /&gt;Menatap kosong penuh cacian&lt;br /&gt;Pada keledai hasil asuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening bukan kebisuan&lt;br /&gt;Di dalamnya seribu mata menatap&lt;br /&gt;Keledai kini bertambah gemuk&lt;br /&gt;Terlepas jerat kendalinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bila saja kau tahu&lt;br /&gt;Ia terpasung menapaki lembah &lt;br /&gt;Bukan padang rumput sedang bersemi&lt;br /&gt;Tak ada rerimbunan ditengah kepanasan&lt;br /&gt;Ketika telapak menginjak aspal&lt;br /&gt;Keledai itu Kehausan dalam kedalaman zamzam&lt;br /&gt;Menunggu mukjizat tak kunjung datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia pun masih mengenangmu&lt;br /&gt;Kau yang tak pernah lelah memberinya susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bidadari rapuh termakan zaman&lt;br /&gt;Suatu hari ia pasti kembali&lt;br /&gt;Membalas semua yang telah kau berikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113922379890422639?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113922379890422639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113922379890422639' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113922379890422639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113922379890422639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/02/teruntuk-bunda.html' title='Teruntuk Bunda'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113795510238195633</id><published>2006-01-22T10:36:00.000-08:00</published><updated>2006-01-27T02:20:20.690-08:00</updated><title type='text'>Maaf Kawan, Sekarang Aku Mendua</title><content type='html'>Tak terasa sudah hampir sebulan aku bekerja. Aku tak bisa menolak hatiku saat ini bercabang. Pekerjaan dan organisasi. Semula aku telah berkomitmen tak akan meninggalkan hayamwuruk (HW), organisasi yang telah lama kugeluti, sebelum tanggungjawabku di sana kuselesaikan. Tapi saat ini aku harus mulai menerima kenyataan bahwa aku tak maksimal lagi di organisasi. Aku sadar ini konsekwensi dari keputusan yang telah kuambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore tadi, aku menyinggung perihal Raker ketika ngobrol dengan seorang kawan di hayamwuruk. Aku katakan rencanaku untuk menggelar Rakerlub (Raker Luar Biasa) setelah penerbitan majalah. Aku menangkap adanya kecemasan di raut mukanya. “Jangan bilang karena kau sekarang sudah bekerja, “ ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapannya itu amat mengusik kegelisahanku. Aku tahu aku masih punya tanggungjawab untuk menerbitkan satu edisi majalah setelah penerbitan yang direncanakan bulan Februari. Aku pun tak rela sebenarnya jika tak memenuhi target penerbitan itu. Aku masih sangat ingin menulis, dan yang jelas aku tak ingin meninggalkan organisasi ini dengan kesan yang tidak baik. Apalagi saat ini organisasi ini memang benar-benar tengah mengalami krisis personal. Kurangnya orang, terutama dari segi kematangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku pastikan ke dia, bahwa aku tetap akan di organisasi yang telah lama kugeluti ini, setidaknya sampai aku menyelesaikan studiku. Sebelum aku benar-benar tak punya waktu lagi. Kurasa saat ini aku masih punya cukup waktu. Lagian pekerjaanku tidak full time. Seusai kerja toh aku juga langsung ke HW, tak ke mana-mana. Tak juga untuk berkencan. Tapi memang, sekarang aku tak bisa lagi seutuhnya mencurahkan perhatianku untuk organisasi, seperti satu tahun lebih yang telah kujalani di sini, kucurahkan hampir semua waktuku, bahkan kukalahkan waktuku untuk kuliah, untuk keluarga, dan sekali-kali untuk mencari hiburan. Meski satu tahun lebih yang telah kulakukan, kukorbankan selama ini, belum cukup membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/IMG_0009.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/320/IMG_0009.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi aku bermain voli bareng teman-teman kerjaku. Tak ada persiapan istimewa. Kami baru kegalagapan setelah tahu lawanya ternyata tim yang bagus. Mereka dari bagian HRD. Rata-rata masih muda, sama dengan kebanyakan anggota tim kami dari bagian CyberNews (Intenet). “Ah, kalian paling-paling cuma bisa bermain di depan komputer, “ ejek salah seorang dari tim lawan sambil brgurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan berjalan cepat. Umpan-umpan bola tak bertahan sampai lama. Bisa ngembalikan servis saja sudah untung, haha. Set pertama kami kalah telak. Entah berapa skornya, yang pasti kami jauh tertinggal dari poin tim lawan. Set kedua kami memberikan perlawanan. Bahkan kami sempat unggul beberapa poin. Tapi akhrnya terkejar juga. Ya, kami tak dapat memperpanjang permainan untuk membayar kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo foto-foto dulu, “ teriak seorang kawan. Foto untuk apa, merayakan kekalahan, gumamku. Satu-satunya kru cewek di tempat kami bekerja yang juga hadir memberikan dukungan, memoret kami berkali-kali. Meski kalah, tapi orang-orang itu tetap ceria. Entah sebenarnya, atau itu hanya cara untuk menghibur diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“selama Cyber berdiri sejak tahun ’96, kita baru kali ini kalah, hebat nggak?, “ tanya seorang kawan. &lt;br /&gt;“ betul juga, ini nanti bisa kita laporkan di rubrik berita dari Pandanaran, “ salah sorang kawan lain menimpali. &lt;br /&gt;“nah, baru dibagian akhir tulisan katakan kalau kali ini juga pertama kali main bagi kita. Artinya pertama kali maen, langsung kalah, hahaha”&lt;br /&gt;“pembaca pasti akan bilang, assssu tenan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terasa begitu akrab. Aku juga merasakan demikian, setidaknya sebagai satu-satunya orang baru. Aku merasa sebaya dengan rekan-rekan kerjaku, yang usianya mungkin terpaut jauh di atasku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Aku terbangun dari tidur setelah kudengar suara sesorang membangunkanku. Rupanya aku telah cukup lama tertidur. Aku belum sholat Dhuhur, dan waktu Ashar juga sudah mau habis. Segera saja aku ke kamar mandi, cuci muka, sholat, dan cari makan. Kutinggalkan kawan yang membangunkanku itu seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inbox sms di hp ternyata juga menumpuk. Aku lagi tak ada pulsa. Sms-sms itu tak satu pun kubalas. Diantaranya satu sms dari teman baru. “oui, bangun…….,” bunyi sms itu. Ya, kuingat tadi pagi aku belum kelar menelponnya, sebelum jaringan telpon itu bermasalah. Akhirnya aku menutup pembicaraan. Tak lama kemudian seorang kawan datang. “Kau belum siap-siap, jam delapan kita main, “ ucapnya. Aku tak menjawabnya, kutinggalkan saja orang itu, sembari menggrutu. Habis semalam aku masuk kerja. Ini juga baru bangun. Masih capek, ngantuk, eh diminta ikut main juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukembali lagi kebasecamp. Kudapati kawan itu sedang mengetik di depan komputer. Aku basa-basi menanyaina tentang hasil liputan teman-temannya di Hawe Pos. Akhir-akhir ini jarang kudapati kru Hawe Pos nongol di HW. Entahlah, ada gerangan apa dengan mereka. Seperti biasa, aku kali ini juga mendengar kabar yang kurang baik. Selalu saja ada orang mengeluh. Seperti di buku refleksi itu. Orang-orang berkeluh kesah, pesimis, hahah…. aku bosan mendengarnya. Aku sendiri juga lagi kacau. Aku sendiri juga tengah galau, bimbang, tak pasti, menjalani pekerjaan setengah-setengah, tak ada yang tuntas……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja aku tak punya tanggungjawab di HW, pasti sudah kuterima tawaran untuk mengisi beberapa rubrik, dalam rapat redaksi kemaren. Kukira itu kesempatan yang amat bagus. Tapi akhirnya aku hanya menyanggupi tiga rubrik. Itu pun yang kurasa tak banyak turun ke lapangan. Entahlah, apakah orang yang membawaku ketempat kerja itu, yang telah membukakan peluang untukku itu, kecewa. Tapi kurasa dia bisa mengerti, karena dulu pernah merasakan susah-senangnya di HW, seperti yang tengah kujalani saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih berharap, aku bisa melakukan yang terbaik buat organisasiku ini. Aku ingin melihat orang-orang tersenyum ketika aku benar-benar pergi. Tak ada lagi orang mengeluh. Tapi masing-masing justru saling memberikan semangat. Satu sama lain dekat, saling memiliki, satu rasa seperti satu keluarga. Dan aku ingin melakukan seperti yang telah dilakukan oleh orang yang telah membawaku kedunia kerja seperti sekarang ini pada kalian. Karena aku telah menganggap komunitas ini seperti keluarga, seperti hubungan kakak dan adik atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, aku memang egois. Pada akhirya lebih memilih karir. Kurasa kalian pun kelak akan butuh hal ini. Tapi aku masih ingin bersama kalian, membagi waktuku, perhatianku, yang saat ini bukan hanya untuk kalian seorang lagi, setidaknya sebelum aku benar-benar tak punta waktu lagi untuk kalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113795510238195633?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113795510238195633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113795510238195633' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113795510238195633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113795510238195633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/01/maaf-kawan-sekarang-aku-mendua.html' title='Maaf Kawan, Sekarang Aku Mendua'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113680617040634369</id><published>2006-01-09T02:52:00.000-08:00</published><updated>2006-01-09T03:29:33.083-08:00</updated><title type='text'>hari-hari baruku</title><content type='html'>Tahun baruL: segalanya baru. Semangat baru, baju baru, sepatu baru, pacar juga harus baru. Yang lama ganti yang baru. Tahun baru....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri sih tak peduli amat dengan omongan orang itu. Boleh orang berprinsip seperti itu. Tapi aku, suka-suka gw dong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang baru dalam tahun baru kali ini. Membuka lembaran tahun baru, aku mengisi hari-hariku dengan bekerja. Praktis, ada perubahan dalam aktivitas keseharianku. Tak hanya itu, aku juga harus menyesuaikan dengan lingkungan kerja baruku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya aku juga pernah bekerja. Tepatnya bekerja sambilan. Menerjemahkan, memberikan les privat Bahasa Ingris sampai komputer. Kerjaan sambilan ini tak terlalu menyita waktu. Untuk les aku cuma masuk paling banter 3 kali dalam seminggu. Terjemahan kalau lagi ada order. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kali ini aku bekerja di sebuah instansi yang punya aturan yang mau tak mau aku harus mengikutinya. Ini memang resiko bekerja untuk orang lain. Aku membayangkan kelak bisa bekerja semau gw, yang tak seorang pun bisa mengaturku. Haha2, bikin usaha sendiri kali ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang dengan kerja baruku ini. Editor berita. Wouw keren amat! Yach, sudah hampir seminggu ini aku menjalani pekerjaanku sebagai editor berita sebuah koran lokal besar di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku senang karena dari semula memang berkeinginan ingin menekuni dunia jurnalistik setelah lulus kuliah nanti. Jadi, nggak sia-sia dong, merelakan segalanya untuk Hayamwuruk selama ini? ya juga, meski senang tapi aku juga beban karena belum menyelesaikan tanggungjawabku di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran bekerja di media pernah beberapa kali menghampiriku. Bahkan pernah ditawari magang di koran ternama berskala nasional oleh seseorang yang punya pengaruh di kalangan media. Yang terakhir ini yang aku terima. Soalnya, aku hampir tak punya alasan untuk menolaknya. Dia orang yang pernah besar di organisasi mahasiswa yang tengah kupinpin saat ini. Kebetulan saat ini dia sekarang punya posisi penting di media di tempat kerja baruku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena itulah ia menawariku posisi yang menurutku sudah cukup "wuah!". Pasalnya, pengalamanku cuma jadi wartawan kampus. Tak cukup banyak pengalaman sebagai editor berita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sendiri sih tak minder dengan pekerjaan yang kutangani saat ini. Malah aku pernah kepikir menyepelekannya. Alah cuma berita-berita straight news, kayak gini kan untuk anak magang HW. Tapi, kubatalkan niat jelek itu. Bagiku, pekerjaan ini adalah hal baru. Ini pengalaman pertamaku bekerja di media umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku malah sering merasa tak enak sendiri dengan orang-orang di sana. Entah apa yang ada di benak mereka. Mungkin mereka berpikir negatif tentangku. Ah siapa pula anak ini, baru magang saja dah belagu, anak kemaren sore dah jadi editor, eh dia cuma bawaan ...... ah mungkin saja kalimat-kalimat itu tersimpan dalam benak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kadang ingin berniat acuh terhadap pertanyaan-pertanyaan itu. Ah cuek aja. Yang penting aku bekerja dengan baik. Aku juga tak punya niat jelek. Aku juga berani kok bertaruh dengan mereka soal kamampuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah rupanya, aku tetap tak bisa menyembunyikan kekhawatiranku ini. Apalagi ketika kutahu, ternyata aku menggantikan seseorang dan sekrang ia ditaruh diposisi iklan. Entah baginya apa itu sebuah keberuntungan atau malah musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat ucapan sahabatku, "kau harus tetap waspada. bagaimana pun kau orang baru. perhatikan orang-orang di sekitarmu. jangan buat ulah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke friend, aku akan turuti ucapanmu itu. aku memang harus pasang kuda-kuda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113680617040634369?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113680617040634369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113680617040634369' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113680617040634369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113680617040634369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2006/01/hari-hari-baruku.html' title='hari-hari baruku'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113588320775295466</id><published>2005-12-29T10:48:00.000-08:00</published><updated>2005-12-29T11:06:48.320-08:00</updated><title type='text'>Jejak yang Hilang</title><content type='html'>Tak ada yang istimewa&lt;br /&gt;Setiap jengkal biasa-biasa saja&lt;br /&gt;Pemandangan yang tak berubah&lt;br /&gt;Itu-itu saja&lt;br /&gt;Masih saja berulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti berjalan ditempat&lt;br /&gt;Tak juga bergeser&lt;br /&gt;Padahal telah ada seribu langkah&lt;br /&gt;Diantaranya juga masih membekas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin diam&lt;br /&gt;Menghitung mundur langkah yang telah kulepaskan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113588320775295466?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113588320775295466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113588320775295466' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113588320775295466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113588320775295466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/jejak-yang-hilang.html' title='Jejak yang Hilang'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113582815172142575</id><published>2005-12-28T19:27:00.000-08:00</published><updated>2005-12-28T19:52:11.386-08:00</updated><title type='text'>Catatan Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Catatan Akhir Tahun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan ini teramat panjang&lt;br /&gt;melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum juga sampai tujuan&lt;br /&gt;Sementara esok sebentar lagi tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar cemas&lt;br /&gt;Resah, gelisah, tumpah-ruah segala rasa&lt;br /&gt;Seperti tak ingin menginjakkan kaki&lt;br /&gt;Melanjutkan perjalanan yang bakal lebih melelehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila esok benar-benar tiba&lt;br /&gt;Aku mungkin akan bersembunyi&lt;br /&gt;Aku malu pada matahari&lt;br /&gt;Ketika kutahu perjalana ini terlalu dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegamangan, aku melihat &lt;br /&gt;Esok bakal muram,langit mendung, badai menghantam&lt;br /&gt;Jalan menuju tujuan itu semakin terjal penuh tantangan &lt;br /&gt;Antara hidup dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tak ingin mati&lt;br /&gt;Kata seorang kawan&lt;br /&gt;Seorang pahlawan mati hanya sekali&lt;br /&gt;Bukan pengecut yang mati berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku ingin mengakhiri hidup ini&lt;br /&gt;Setelah matahari tersenyum menyambutku dipagi hari&lt;br /&gt;Maka saat itu aku tak akan bersembunyi lagi&lt;br /&gt;Semua tanggungjawab telah kukerjakan&lt;br /&gt;Saat itu aku benar-benar lega meninggalkan anak-cucu semua&lt;br /&gt;Mereka akan bangga padaku &lt;br /&gt;Dan berkata: Oh my God Father!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku pun sadar,&lt;br /&gt;Karena perjalanan masih panjang&lt;br /&gt;Aku masih harus berjuang&lt;br /&gt;Menerjang badai, atau bahkan berperang dengan kawan sendiri sekalipun&lt;br /&gt;Dan meski harus malu menatap matahari dikala esok datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tahun baru&lt;br /&gt;Semoga segalanya menjadi lebih baik, wish all be allright.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113582815172142575?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113582815172142575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113582815172142575' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113582815172142575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113582815172142575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/catatan-akhir-tahun.html' title='Catatan Akhir Tahun'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113547738830609941</id><published>2005-12-24T18:06:00.000-08:00</published><updated>2005-12-24T18:41:10.003-08:00</updated><title type='text'>Gelisah</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/gelisah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/400/gelisah.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal apa dia di sana&lt;br /&gt;Pesanku tak pernah kembali&lt;br /&gt;Mungkinkah di jalan banyak gangguan&lt;br /&gt;Hingga pesan itu tak sampai padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Pesan itu pasti telah dia baca&lt;br /&gt;Tak ada masalah dengan jaringan. HPnya juga aktif&lt;br /&gt;Buktinya, waktu kutelpon dia mengangkatnya&lt;br /&gt;Mungkin dia tak ada pulsa&lt;br /&gt;atau.... dia malas membalasanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku minta maaf padanya kalau saja sikapku membuatnya tak nyaman&lt;br /&gt;Dia lalu membalasanya: aku juga minta maaf tadi bersikap cuek pada mas,&lt;br /&gt;aku lagi banyak masalah. Tapi nggak bisa cerita ke mas. Sori nggak bisa balas, lagi tak ada pulsa. Met malam aja ya....&lt;L**&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan itu aku simpan. Mungkin kuabadikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa gerangan,&lt;br /&gt;Setiap kali aku menatapnya, ia pun membalasnya. Kkedua mata kami beradu.&lt;br /&gt;Tatapannya sungguh meneduhkan. Ia tersipu malu. &lt;br /&gt;Seperti ada kata-kata yang tersimpan, belum sempat terucap&lt;br /&gt;Aku hendak mengatakannya. Tapi bagaimana dengan dia?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113547738830609941?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113547738830609941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113547738830609941' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113547738830609941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113547738830609941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/gelisah.html' title='Gelisah'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113531365378190186</id><published>2005-12-22T20:32:00.000-08:00</published><updated>2005-12-24T21:25:27.913-08:00</updated><title type='text'>Kesempatan yang terlewatkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://i28.photobucket.com/albums/c250/tamansurga/menunggu2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i28.photobucket.com/albums/c250/tamansurga/menunggu2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini aku aku dikontak oleh dua orang. Nggak main-main, keduanya wartawan hebat. Satu Pimred CyberNews sebuah koran lokal ternama. Satunya lagi wartawan nasional berkaliber dunia, maklum alumni Harvard. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya memberiku informasi yang menggembirakan. Satu bilang aku diminta magang di hariannya. Satunya merekomendasikanku untuk menjadi kontributor di Harian Nasional. Kau hubungi Pimrednya aja langsung. Dia lagi nyari 10 orang buat kontributor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur aku senang sekali mendengar kabar itu. Perasaan bangga bercampuraduk tak karuan. Tapi, aku belum bisa menyanggupinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mungkin akan bilang: sombong amat kau!. Hahaha. Tidak, aku tidak menolak. Aku belum bisa. Sejujurnya aku sangat tertarik dengan tawaran itu. Siapa sih yang tak mau ditawari pekerjaan? Emang mau terus jadi mahasiswa, kapan kerja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aku masih punya tanggungjawab di organisasiku. Organisasi yang mengenalkanku pada mereka. Aku berharap suatu saat nanti aku bisa bergabung bersama mereka. Semoga mereka tidak kecewa dengan keputusanku saat ini. Dan semoga saja masih ada kesempatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113531365378190186?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113531365378190186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113531365378190186' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113531365378190186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113531365378190186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/kesempatan-yang-terlewatkan.html' title='Kesempatan yang terlewatkan'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113524202105443000</id><published>2005-12-22T00:42:00.000-08:00</published><updated>2005-12-22T01:00:21.070-08:00</updated><title type='text'>Terjebak Dengan Rutinitas</title><content type='html'>Aku merasa waktuku berlalu begitu cepat. Aktivitas padat. Hampir tak punya waktu untuk sekedar nongkrong dengan teman. Yang paling mengenaskan, aku hampir tak sempat membaca buku. Paling-paling cuma yang tipis. Baca juga jadi jarang tuntas. Setengah-setengah. Terburu-buru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah aku makin sibuk hingga aku tak punya waktu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seringkali mengerjakan sesuatu dengan menggerutu. Bukan karena tak suka. Aku merasa kegiatanku berkutat pada hal-hal teknis. Ke sana kemari. Temui orang ini-itu. Ah, kapan untuk mengurusi diriku sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, egoku mungkin jeles, masak yang diurusin urusan luar terus. Kapan baca buku, kapan mengaji, kapan diskusi, dan,... hmmmm kapan pacarannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang terlintas dalam benak untuk lari dari segala tetek bengek ini. kabur. menyendiri, bertapa, bersemedi, di gurun sahara atau Gua Hira sambil bawa buku, bawa laptop yang terhubung dengan jaringan internet, bawa makanan, dan bawa hiburan lainnya tentu,hahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih merasa terlalu bodoh. Aku masih takut ngomong. Kalau yang sudah-sudah karena terpaksa. Laen kali aku pasti akan diam. Aku perlu belajar pada kesendirian, keterasingan, keterbuangan, di mana hanya ada aku dan sepi yang menemani. Di sana aku mungkin dapat mengenali diriku yang sebenarnya, bukan citra yang terbentuk oleh keramaian. Semua palsu dan penuh kepura-puraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benci keramaian. Aku ingin pergi dan baru akan kembali setelah pengembaraanku rasa cukup.Entah sampai kapan. Tapi aku sadar diriku telah terjebak pada rutinitas ini. Tanggungjawab,amanat,hahaah apa boleh buat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113524202105443000?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113524202105443000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113524202105443000' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113524202105443000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113524202105443000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/terjebak-dengan-rutinitas.html' title='Terjebak Dengan Rutinitas'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113520986984646086</id><published>2005-12-21T15:38:00.000-08:00</published><updated>2005-12-21T16:09:55.003-08:00</updated><title type='text'>Berjumpa kawan lama #2</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Mati Rasa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh, bak terpisah tebing dan jurang&lt;br /&gt;Aku melihatmu dari atas puncak itu&lt;br /&gt;Kau masih di bawah dasar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dipertemukan oleh keberuntungan&lt;br /&gt;Di saat gunung dan jurang tak lagi berjarak&lt;br /&gt;Kau dan aku begitu dekat&lt;br /&gt;Ada getaran, bersama kau lepas senyuman&lt;br /&gt;Benarkah aku telah jatuh hati &lt;br /&gt;Pada seorang yang kupandang jauh dari penglihatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hah....7tahun kau di bawahku&lt;br /&gt;haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah kenapa seleraku berubah total&lt;br /&gt;Kata teman aku mengidap odipus kompleks, sangkuriyang kompleks,&lt;br /&gt;Itu tuh suka ama yang tua-tua....&lt;br /&gt;Waktu sekolah dasar aku suka sama guruku, habis dia cakep masih single lagi?&lt;br /&gt;waktu sma, aku sempat jalan sama kakak kelas. Satu tahun di atasku, satunya lagi dua tahun di atasku.&lt;br /&gt;Sekarang, aku terpersok, jatuuuuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah ini soal ketidakkonsistenan selera?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua begitu mudah berubah, &lt;br /&gt;Teman bilang, sikat aja lah....&lt;br /&gt;hah... tapi aku dan dia selisih 7 tahun&lt;br /&gt;masak aku pacaran ama anak belum genap 17 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa sih kok susah amat&lt;br /&gt;Kenapa sok gengsi&lt;br /&gt;Kalo suka, bilang aja&lt;br /&gt;Apa susahnya sih jujur&lt;br /&gt;Atau kau jangan-jangan sudah tak kenal lagi pada kata yang satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, aku terlalu sering dikecewakan&lt;br /&gt;Hingga segala rasa hilang, perih menyanyat luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remuk segala cintaku sudah&lt;br /&gt;mungkin sekarang saatnya mencoba daun muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Semarang, 21 Desember 2005&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113520986984646086?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113520986984646086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113520986984646086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113520986984646086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113520986984646086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/berjumpa-kawan-lama-2.html' title='Berjumpa kawan lama #2'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113520824494211675</id><published>2005-12-21T15:15:00.000-08:00</published><updated>2005-12-21T16:13:18.516-08:00</updated><title type='text'>Berjumpa kawan lama#1</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Dalam Jerat Bayang-bayang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun lalu aku meninggalkanmu,&lt;br /&gt;Aku benar-benar ingin melupakanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sudah peristiwa suka-maupun-duka&lt;br /&gt;Tak pernah lagi kulalui bersamamu&lt;br /&gt;Sengaja memang! Aku bosan dengan mu...&lt;br /&gt;Oh tidak! Aku hanya ingin mencari sesuatu yang baru&lt;br /&gt;Aku berterima kasih atas segala yang pernah kau berikan padaku&lt;br /&gt;Kau yang selalu menemaniku di segala rasa, &lt;br /&gt;Menunjukkan padaku apa sebenarnya arti cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumeninggalkanmu bukan karena benci, tidak!&lt;br /&gt;Kumelupakanmu bukan karena aku tak sayang lagi, oh tentu tidakkkk&lt;br /&gt;Aku cuma ingin mencari kehidupan baru&lt;br /&gt;Aku telah bosan menyaksikan matahari terbit dari timur,&lt;br /&gt;Siang-malam-malam-siang....ah begitu-begitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun aku meninggalkanmu, kupikir cukup untuk melupakanmu&lt;br /&gt;Aku memang tak pernah lagi mengenangmu&lt;br /&gt;Tapi, mengapa sekarang kau muncul kembali&lt;br /&gt;Kau mengundangku, mengingatkanku, memutar tubuh dan otakku&lt;br /&gt;Jauuhh di bekas telapak kakiku yang telah lama hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir kau telah cukup mengenaliku setelah lama kita bergumul&lt;br /&gt;Aku ingin lepas, bebas, dari segala jerat bayang hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Blimbing-Boja-Kendal-Jawa Tengah, 15-16 Desember 2005&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113520824494211675?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113520824494211675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113520824494211675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113520824494211675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113520824494211675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/berjumpa-kawan-lama1.html' title='Berjumpa kawan lama#1'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113468224632279671</id><published>2005-12-15T13:28:00.000-08:00</published><updated>2005-12-15T13:30:46.323-08:00</updated><title type='text'>Nyanyi Sunyi #2</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Terasing&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gaduh, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara-suara berteriak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramai orang berkerumun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kian membuatku terasing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113468224632279671?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113468224632279671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113468224632279671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113468224632279671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113468224632279671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/nyanyi-sunyi-2.html' title='Nyanyi Sunyi #2'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113468194853404429</id><published>2005-12-15T13:20:00.000-08:00</published><updated>2005-12-15T13:25:48.533-08:00</updated><title type='text'>Nyanyi Sunyi #1</title><content type='html'>Bertemu Sebagai Musuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau dan aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciptaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai musuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113468194853404429?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113468194853404429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113468194853404429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113468194853404429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113468194853404429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/nyanyi-sunyi-1.html' title='Nyanyi Sunyi #1'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113455122094265190</id><published>2005-12-14T01:04:00.000-08:00</published><updated>2005-12-14T01:07:00.960-08:00</updated><title type='text'>Ode for Kartini*</title><content type='html'>By Muhamad Sulhanudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Really, I’m still disturbed by the poem,&lt;br /&gt;They provoked women are suppressed,&lt;br /&gt;Women were exprorieted her right.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huh! It’s only your simple-mind. &lt;br /&gt;May you pretend to be fool?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Across the ocean, west-to-east and south-to-north,&lt;br /&gt;Women become suppressor.&lt;br /&gt;Their seductions indoctrinate your passion.&lt;br /&gt;They stab ahead, frankly,&lt;br /&gt;But, you do not realize.&lt;br /&gt;When you get up but was too late,&lt;br /&gt;You are dispointed but,&lt;br /&gt;time can’t be replayed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then, why you keep defending on them,&lt;br /&gt;While you never got your right,&lt;br /&gt;You are all being raped,&lt;br /&gt;Your feeling, your thought, and&lt;br /&gt;Your self-respect!&lt;br /&gt;Which one is more cruel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That’s why, now&lt;br /&gt;Do not read the poem any more,&lt;br /&gt;Besides for your mother, really,&lt;br /&gt;She is the rasonable women,&lt;br /&gt;We give respect, &lt;br /&gt;Not them, not you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini should be cry knowing this,&lt;br /&gt;She is know dispointed why did she used to defend her people,&lt;br /&gt;If to day they turn in to be a suppressor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113455122094265190?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113455122094265190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113455122094265190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113455122094265190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113455122094265190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/12/ode-for-kartini.html' title='Ode for Kartini*'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113300355249710446</id><published>2005-11-26T02:55:00.000-08:00</published><updated>2005-11-26T03:12:32.506-08:00</updated><title type='text'>Rindu Kawan....</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/1600/billy%3D%20antara%20rieke-ira.0.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3870/1134/400/billy%3D%20antara%20rieke-ira.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Alumni peserta workshop nasional jurnalisme sastrawi, Semarang, 7-12 Februari 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tiba-tiba merasa kangen dengan teman-teman alumni workshop jurnalisme sastrawi yang dilaksanakan oleh LPM Hayamwuruk beberapa bulan lalu di Semarang. Mungkin telah banyak peristiwa terjadi setelah lama kita tak bersua. Kabarnya ada yang sudah menerbitkan buku, menerbitkan novel, ada yang sudah lulus, jadi wartawan, yang dulu berambut gondrong sekarang sudah dipotong, dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kangen.... kapan lagi kita bisa berjumpa? Ramaikan lagi yuk milis &lt;a href="http://jurnalisme-sastrawi@yahoogroups.com" target="blank"&gt;jurnalisme-sastrawi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113300355249710446?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113300355249710446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113300355249710446' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113300355249710446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113300355249710446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/11/rindu-kawan.html' title='Rindu Kawan....'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113276697520041180</id><published>2005-11-23T09:24:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T00:05:23.333-08:00</updated><title type='text'>'tuk Sahabatku yang baik,</title><content type='html'>Aku sudah membaca tulisanmu yang baru di buku refleksi. Tiga halaman itu langsung kusobek setelah membacanya. Sudah sempat ada satu orang yang menanggapi apa yang tengah terjadi di buku refleksi tersebut. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kau tulis kata brengsek, dst, yang kau tujukan untuk semua anak HW. Kukira aku juga termasuk di dalamnya. Kau juga menyebut seseorang yang sok alim, sok bego, yang kukira ditujukan padaku. Aku tak membalas makianmu itu di buku refleksi, karena bukan tempatnya, dan sama sekali aku tak merasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bermula dari tulisan siang itu di papan pengumuman HW yang kukira itu adalah tulisanmu- karena hanya kamu yang sering iseng melakukan hal seperti itu. Jujur aku sangat marah! Bukan hanya karena moodku saat itu sedang tidak baik, tapi karena tindakan itu yang keterlaluan. Tak seharusnya kata-kata seperti itu berada di papan pengumuman, yang akan dibaca oleh orang lain, meski kau tak sepakat.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mulanya aku masih mencoba untuk menganggap sebagai kebiasaan perbuatan isengmu. Tapi itu tidak bisa aku benarkan, untuk konteks itu. Papan pengumuman adalah untuk umum, dan aku menulis pengumuman tidak main-main (meski kau anggap demikian). Dan seingatku kau tidak hanya melakukan ini yang pertama kali. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku kira kejadian seperti ini belum pernah terjadi di HW. Tulisan seorang PU di papan pengumuman diejek oleh anak buahnya sendiri. Aku bisa membayangkan, andaikata kejadian seperti ini terjadi pada masa Aulia-seperti yang kudengar katanya angker, bisa dipastikan bakal berabe. Untuk masa Arif, meski tidak seangker masa Aulia, sepertinya tidak terjadi. Meski Otong orang yang terbilang suka iseng, dia tak sampai hati meledek Arif di depannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pernah kudengar Otong menceritakan tentang kejelekan Arif-yang kutangkap ia hanya menjelek-jelekkan saja, bukan cerita tentang kejelekan yang sebenarnya. Tapi sering pula Otong justru menceritakan kebaikan-kesannya malah membaik-baikkan, entah apakah itu benar atau tidak. Seperti kejadian tadi siang yang kudengar pembicaraan Otong di HW soal bahwa anak HW nggak ada yang bayar DKM. Berarti itu juga termasuk aku. Sialan! Dulu Arif katanya selalu paling awal bayar DKM. Aku mau berontak, tapi biarlah, nggak ada gunanya ngeladeni Otong. Kalau ada anak HW yang tidak bayar DKM memang ya, mungkin termasuk Otong sendiri, dan mungkin juga teman-teman lainnya. Tapi tidak semua. Aku harus ngomong apa pada teman-teman lain, andaikata sampai mereka tahu, sementara anak HW sendiri ada yang nggak bayar DKM. Ya inilah borok dari orang-orang di sini, meski salah, mau tak mau aku hanya diam diri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tak seekstrim Aulia –seperti yang ditangkap orang, meski padahal penilian orang itu belum tentu benar. Aku memarahi anggotaku-aku tidak menyebutnya anak buah- gara-gara mereka tidak hormat padaku. Tapi jangan salah, kalau sudah menyangkut urusan profesionalitas, menyangkut posisiku sebagai PU Hayamwuruk, bukan sebagai pribadi Udin, aku jelas tak terima. Penghinaan pada PU sudah termasuk penghinaan terhadap institusi. Apa yang kau lakukan aku katagorikan sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tidak akan memaksamu untuk mengakui bahwa tindakanmu salah, semoga kau berpikir ulang tentang apa yang telah kau tulis di papan tulis dan buku refleksi itu dan mencabutnya kembali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Kau mungkin teman yang paling sering berada di HW. Ada ketika aku membutuhkan bantuanmu. Dan kau pun sering membantuku. Entah itu ikhlas atau kau sebenarnya sambil menggerutu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku ingat ketika HW akan mengadakan workshop nasional awal tahun lalu. Kau orang yang telah banyak membantu saat pelaksanaan. Meski mungkin itu belum seberapa jika dibanding dengan apa yang telah kulakukan sejak pengajuan proposal hingga pelaksanaan. Aku tak dapat apa-apa dari kegiatan itu. Malah banyak keluar kantong pribadi. Ya mungkin fasilitas ngenet saat kontak dengan Tifa itu saja. Saat itu aku sebenarnya juga nggak enak mengajak kamu ke warnet karena sebenarnya tak ada dana, karena dana warnet itu pun aku dapatkan setelah mati-matian mengajukan klaim ke Tifa, itu pun masih tidak menutup semua. Maka ketika aku pernah mendapati komentarmu diblog HW yang mengatakan HW kere tak ada dana untuk upgrade, aku bisa mengerti. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, aku harus mengacungkan kedua ibu jariku, jari kakiku juga aku angkat untuk bantuanmu di saat orang-orang tak ada. Di saat persiapan workshop, di saat setiap kali menjelang layout, dan lain-lainnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya, mungkin itu semua sebagai ungkapan kekesalanmu melihat reaksi teman-teman yang lain, yang cuek dan terkesan hanya memanfaatkanmu saja. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak waktu kita habiskan bersama, tapi masih juga belum membuat kita mengerti satu sama lain. Orang lain mungkin akan menyangka kita sangat dekat, layaknya teman karib. Aku kadang juga merasakan seperti itu, tapi kadang juga tiba-tiba merasa asing dengamu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kau yang dulu kukenal pendiam, tapi sekarang telah banyak berubah. Kau jadi banyak bicara, kadang malah resek. Entah apa itu mungkin hanya padaku karena sudah merasa dekat, atau kau juga mengalami perubahan ketika bergaul dengan orang lain. Sepengamatanku kau punya problem dalam bergaul, terutama dengan komunitas baru, orang-orang yang belum begitu kau kenal. Entah, apakah ini kau yang sebenarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku melihat kau ringan sekali dalam melontarkan kata-kata yang menurut ukuranku kasar. Seperti kata Fuck, Asu, dan lain-lain. Tak hanya aku, Dewi pun pernah mengeluhkan hal ini, saat membaca filemu Asu dot com beberapa waktu lalu. Bagiku itu tetap kasar, walau sekadar tulisan, walau kau sendiri mungkin tak serius, tapi sudah menjadi kebiasaanmu yang sudah mendarah daging.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski aku sudah lumayan mengenalmu, tapi kadang goyonanmu membuatku jengkel, entah kau menyadarinya atau nggak, karena kadang kau keterlaluan. Seperti juga Otong, tapi karena pembawaan Otong yang sudah bakat mendagel, jadi ejekan itu kadang tidak terasa menyakitkan. Aku kadang ingin memutus matai rantai kebiasaan Otong itu agar tidak menular ke generasi-generasi selanjutnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebiasaanmu lainnya, seperti yang pernah kuucapkan adalah mengutak-atik komputer. Aku kesel kalau komputer tiba-tiba hang, aku harus menginstal lagi, hardisk error dan lain-lain. Entah-apa itu gara-gara ulah usilmu itu, atau ada hal lain. Yang jelas aku tidak menuduhmu yang menyebabkan semua itu. Yang membuatku kesal, karena komputer error, nggak bias dipakai, bingung, harus ngistal lagi, keluar duit lagi, capek!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku pernah seperti tertuduh ketika Arif menemukan komputer error, file hilang, dia hanya melontarkan tuduhan yang entah diarahkan pada siapa. “Wuah, siapa nih yang habis pakai computer, “ misalnya perkataannya. Aku yang saat itu berada di HW benar-benar nggak enak. Mungkinkah Arif sebanarnya menuduhku, atau hanya mengungkapkan kekesalannya karena giliran mau pakai, komputer error. Apa yang menimpaku bisa jadi menimpamu untuk kasus di atas. Kau merasa seperti tertuduh. Kutegaskan, aku tak menuduhmu, cuma kau memang sering usil, seperti buat screen saver yang aneh, kasih pesan pas computer habis booting, dll, kebetulan computer mamang sering error, gitu deh…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku ingat kau memanipulasi gambarku dengan gambarnya firoh dan Tirta, dan juga yang terakhir dengan gambarku yang kau sulap menjadi cewek yang dikerudungi. Pernah juga si Wiwik (HW) nesu-nesu saat menemukan gambarnya anak D III (wiwik temannya Handoko) di sulap jadi bugil, entah itu potongan tubuh artis porno yang mana, apakah itu juga hasil karya kreatifmu, atau bukan. Aku seperti mau tertawa ketika Otong mengeluarkan kata-kata makian (dan raut mukanya benar-benar marah) ketika menemukan gambarnya kau botaki kepalanya. “makanya, jangan suka ngerjain orang, giliran dikerjai, kau marahkan?, “ Ejekan yang belum sempat kulontarkan. Aku membayangkan kejadian seperti ini sewaktu-waktu juga bisa berbalik padamu. Kau benar-benar akan dikerjai orang, dan kau akan benar-benar sakit hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudah begitu kau bilang kreatif tindakanmu itu. “bilang aja kamu nggak bia, “ begitu kau menimpalinya. Seperti ketika kau memanipulasi gambarku. Aku diam, meski aku telah menyimpan kata-kata balasannya yang juga tak sempat kuucapkan, “huh, kau kenal komputer sejak kapan, SMP kelas 3 aku sudah bisa photoshop, waktu itu tahun 97/98 masih pake photoshop 4 atau 5, corel draw 5, atau buat logo pake freehand, dll Cuma saja sekarang aku tak melanjutkan belajar computer lagi gara-gara keinginanku untuk kuliah di jurusan ilmu komputer kandas saat SPMB “ &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Meski sebenarnya aku merasa asing, komunikasi denganmu lewat media seperti ini, karena padahal tiap malam sering kita ke warnet bareng, guyon bareng, tapi tak ada cara lain, kulanjutkan di refleksi nggak enak sama teman lain, ngomong langsung sama kamu, tidak memungkinkan. Ya, semoga setelah ini, ini bisa menjadi kita bisa lebih saling mengenal. Teman dekat, yang sebenarnya (tapi bukan homo lho, hik2), tak hanya karena sering jalan bareng, tapi seorang teman yang benar-benar mengenal temannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang teman tak harus menerima semua pandangan temannya, begitu kau padaku, dan sebaliknya. Termasuk misalnya, aku yang kau tahu jarang Sholat, biarlah biar itu menjadi urusanku, atau kau yang punya kebiasaan lainnya, aku takkan mengusik,sepanjang kau tak menggunakannya untuk mengusikku. Seperti ketika kau akan memutar musik rock n roll mu itu keras-keras, asal ketika tak ada orang disekitarmu. begitu kan yang namanya teman, take and give. sesekali memang harus memberi, berkorban, merasa dongkol, tapi kalau keterusan ya nggak bisa dong...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kusampaikan ini semua, penilaianku, pengamatanku, yang bisa jadi tak sesuai dengan yang kamu rasakan, karena ku masih menganggapmu sebagai teman, teman yang telah banyak menemaniku, membantuku di saat orang-orang tak ada. Aku bukan senior yang harus kau hormati, bukan. Tapi teman seperti Agung, Handoko, Tirta, tentu saat kita di luar konteks urusan HW. Teman seperti kita bercanda. Ku kira kau dapat menempatkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Btw, gimana kabar blognya, kok nggak di upgrade, lagi kere ya, hehehehehehehe.&lt;br /&gt;&lt;font face="courier new" size=4&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++&lt;br&gt;&lt;br /&gt;maaf, saya pikir saya sudah mengklarifikasi semuanya di forum itu,.... dan smua juga sudah sepakat tidak akan membicarakan tentang ini kepada pihak luar. tapi saya justru menemukan beberapa file yang kesannya begitu kuat memojokkan. ada banyak dendam yang tersimpan. saya pikir smuanya mengerti. tapi ternyata.... justru banyak file-file itu berkeliaran di internet. saya pikir ini justru menyebarkan apa sebenarnya aib itu. terserah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UDIN SENDIRI BILANG LEWAT Y MESSENGER KE SAYA, "JANGAN BILANG KE SIAPA2 SOAL INI.... " SAYA HANYA DIAM DALAM HATI. BENARKAH....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAAF SAYA JUSTRU MENDAPATKAN KABAR DARI SALAH SATU KRU MAGANG BEBERAPA WAKTU LALU, BAHWA IA MENDAPATKAN FILE-FILE TENTANG KONFLIK ITU DI BLOG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo memang berani berbuat ya berani nanggung resiko. mungkin saya lebih sepakat dengan pendapat mas basfin. &lt;b&gt;saya pikir dia lebih profesional menyikapi hal itu dari pada mengedepankan emosi...&lt;/b&gt; saya kutip dari sumber lain yang tak perlu saya sebutkan alamatnya, saya khawatir:&lt;br /&gt;&lt;HR&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;Saat itu, aku kecewa sekali pada Basf. Udin saja yang bukan siapa-siapaku berusaha mati-matian membelaku. &lt;u&gt;Tetapi Basf, yang konon calon suamiku, justru membela Toni.&lt;/u&gt; Getir sekali mengingat bagaimana aku selalu membela Basf meski aku tahu Basf dalam posisi salah. Lalu apa artinya pepatah bahwa pasangan itu seperti pakaian yang harus menutupi aib yang lain yang bolak-balik ditekankan Basf? Aku merasa sendiri. Sunyi. Sampai dengan Udin datang kembali untukku.&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;hr&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OH YA UNTUK BLOG DIMANA SAYA MENDAPATKAN KUTIPAN DI ATAS TOLONG TULISAN2 DI BLOG ANDA DI PERHATIKAN. SAYA SUDAH MENGKLARIFIKASI SEMUANYA. APALAGI SEBAB KELUARNYA SI ELISA DARI RUANGAN HAWE, BAHWA SAYA MENGUMPATNYA!!!. &lt;U&gt;TIDAK !! SAMA SEKALI TIDAK.. SAYA SAMA SEKALI TIDAK MELAKUKANNYA.&lt;/U&gt; BANYAK YANG TAK BETUL...!!! BANYAK KOMENTAR YANG SAYA PIKIR ADALAH TANGGAPAN SECARA EMOSIONAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK LENY SAYA TAHU ANDA SEORANG PENDENDAM, JADI JANGAN BILANG BAHWA SAYA TAK TAHU ANDA SEORANG PENDENDAM, SEBEGITU HEBAT KAH DENDAM ANDA HINGGA ANDA MAU MEMBASUH RAMBUT ANDA DENGAN DARAH SAYA? WAOW... GREAT!!! &lt;br /&gt;SAYA SUDAH KLARIFIKASI SEMUANYA KAN DI FORUM. ITU YG SEBENARNYA. UDIN JUGA SUDAH MENGAKUINYA KAN BAHWA ITU ADALAH KESALAHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTIMBANGKAN LAGI DENGAN POSTINGAN-POSTINGAN ITU. INTERNET ITU RUANG UMUM, SMUA BISA MEMBACANYA. DAN PADA AKHIRNYA SIAPA YANG MENYEBARKAN AIB ITU...? JANGAN BERPIKIR BODOH LAH... DENGAN MEM-POSTINGNYA DI INTERNET. JANGAN DIKIRA HANYA KALIAN YANG BISA MENGAKSESNYA. SMUANYA BISA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya mungkin ini hak anda-anda semua. tapi tulisan-tulisan itu justru hanya akan membangkitkan kebencian, nggak akan pernah terkubur. musnahkan saja yang berbau aib itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI KOMENTARMU DIN.....&lt;br /&gt;&lt;HR&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;&lt;I&gt;&lt;br /&gt;.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, aku tidak akan membalas perbuatan jahilmu itu dengan balik menjahili dirimu.  Aku juga bisa kok kalau cuma memanipulasi gambar. Lihat tuh hasilnya. &lt;br /&gt;&lt;U&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, kaulah gilirannya yang akan kujadikan mangsa, .... &lt;/U&gt;&lt;/I&gt;&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SEMOGA ITU BUKAN DENDAMMU DIN,...&lt;br /&gt;&lt;HR&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAAF SAYA TERPAKSA MELAKUKAN INI, SEANDAINYA KALIAN TAK MELAKUKANNYA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt; salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   54Y4 &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113276697520041180?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113276697520041180/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113276697520041180' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113276697520041180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113276697520041180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/11/tuk-sahabatku-yang-baik.html' title='&apos;tuk Sahabatku yang baik,'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113214979248119907</id><published>2005-11-16T05:33:00.000-08:00</published><updated>2005-12-24T20:45:36.533-08:00</updated><title type='text'>Lagi-lagi soal profesionalitas</title><content type='html'>Kedekatan dengan seorang teman kadang salah dipahami oleh orang lain. Padahal pertemanan itu benar-benar tulus. Terjalin begitu saja. Tak ada dorongan nafsu. Tapi saling membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain adalah pihak luar yang melihat segalanya dari kacamata the outsider. Melihat kedekatan seorang laki-laki dan perempuan yang terjalin dengan hubungan pertemanan dengan pandangan lain. Apa yang dilihatnya adalah basa-basi untuk menutup kedok yang sebenarnya. Status pertemanan adalah cara untuk pengaman jalannya hubungan yang sebenarnya tengah terjalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh picik jenis orang lain seperti itu. Tak bisa melihat keadaan sebenarnya. Tak mau melibatkan ke dalam, tapi sudah memberikan penilaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i28.photobucket.com/albums/c250/tamansurga/kami-cuma-teman.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="http://i28.photobucket.com/albums/c250/tamansurga/kami-cuma-teman.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sering kecurigaan seperti itu benar-benar terjadi. Status pertemanan hanya menjadi topeng semata. Kata sebuah judul yang lagi ngepop, TTM, Teman Tapi Mesra. Tapi, tidak lantas kemudian bisa digeneralisir. Masalahnya, bila itu tidak terjadi, maka pihak yang dicurigai itu akan merasa serba salah. Orang nggak ada apa-apa, sebatas jalan bareng, duduk bareng, kok bisa dicurigai pacaran, menjalin hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lagi, kalau salah satu pihak ternyata sudah ada gandengan. Wuah isu itu bisa menjadi pangkal keretakan hubungannya dengan kekasihnya itu. Celaka lagi, kalau kekasihnya itu juga melihatnya sebagai the outsider, sama seperti orang-orang yang berpikiran picik itu, maka dia akan dengan mudah termakan hasutan. Jeles melihat si do'i jalan bareng orang lain. Apalagi orang lain itu adalah teman karibnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah berada dalam posisi ini. Aku tak habis pikir kalau kekasih temanku, yang juga lumayan dekat denganku, jeles sama aku. Memang dia nggak ngomong langsung. Tapi aku bisa menangkap dari sikapnya. Aku kadang ingin memakinya. Dasar lu nggak profesional! Tapi persoalan kayak gini emang susah. Seperti ejekan yang waktu itu kulontarkan pada seseorang yang mencampurkan urusan organisasi dengan urusan pribadi. Aku pun mungkin bila berada dalam posisi ini juga tak bisa menjadi profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku punya pengalaman dari sana, mengatakan orang lain nggak bisa profesional, tapi aku sendiri juga nggak bisa melakukan hal yang sama, seperti tuduhan serupa yang kemudian balik dilontarkan padaku. Untuk kasus yang itu, aku emang rada keterlaluan menuduhnya nggak profesional. Buat seseorang itu, aku mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Ujung-ujungnya sikapnya menjadi dingin. Selalu saja ada alasan untuk menyangkal bahkan menyerang dan mencari kelemahan orang yang membuatnya dongkol itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa mungkin ada rasa curiga dalam hatinya. Ada rasa was-was kalau-kalau kekasihnya itu akan kurebut. Ah aku jadi serba salah. Kalau begini siapa coba yang nggak bisa profesional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113214979248119907?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113214979248119907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113214979248119907' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113214979248119907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113214979248119907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/11/lagi-lagi-soal-profesionalitas.html' title='Lagi-lagi soal profesionalitas'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113214584535257719</id><published>2005-11-16T04:36:00.000-08:00</published><updated>2005-11-16T04:57:25.360-08:00</updated><title type='text'>Akhirnya pecah juga segala rasa</title><content type='html'>campur aduk segala rasa yang ingin kutumpahkan. ingin rasanya kuremas seperti kerupuk atau kubanting hingga pecah seperti gelas, orang-orang yang membuatku jengkel dan kesal seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang pertama, kubersumpah tak akan menyebut namanya lagi. Tak akan tersenyum bila melihatnya. Tak akan bergetar bila menyebut namanya. Tak akan kuijinkan anganku membayangkan dan memikikannya. F*** U, and everything have happened between us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di kemudian hari kau menyapaku, pasti akan kuacuhi. Atau bila kau menelponku, tak akan pernah mengangkatnya. Kalau kau masih saja nekat, kuakan berdiri di depan mu, menatap wajahmu, lalu aku akan meludahinya. Kuakan akan maki-maki dirimu dari ujung telepon itu biar kau juga merasakan betapa berengseknya dirimu saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menantikan saat-saat itu. Dan aku akan bersorak penuh kemenangan. Kau menangis,kau meratap,kau memelas, kau menyesal, ah rasakan dan aku tak akan peduli saat itu. Kebencian ini kau bangun, kau ciptakan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar seperti munyuk yang kau kibuli. Tertipu mentah-mentah. Mulanya kau merayuku. Mulanya aku tak mau, hingga akhirnya aku menerimamu juga. Kau menang, tapi saat itu aku senang. Tidak menaruh rasa curiga. Kau memintaku untuk mengerti keadaanmu. Tapi kau tak pernah mau mengerti keadaanku setelah kau buat aku terlena dengan segala tipu muslihatmu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya tak tega mengatakan hal ini semua. Masih ada rasa yang tersisa untuk dirimu. Tapi kini telah menyatu dengan kebencian yang sengaja kau ciptakan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113214584535257719?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113214584535257719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113214584535257719' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113214584535257719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113214584535257719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/11/akhirnya-pecah-juga-segala-rasa.html' title='Akhirnya pecah juga segala rasa'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-18995359.post-113207023713438542</id><published>2005-11-15T07:54:00.000-08:00</published><updated>2005-11-15T07:57:17.140-08:00</updated><title type='text'>Epilog Kematian</title><content type='html'>“Pokoknya kalau tak dibelikan buku, aku tak mau lagi belangkat sekolah”. Kudengar Soni menangis tergugu-gugu. Malam itu aku sedang menginap di rumah kakakku. Sesekali terdengar suara perempuan tua. Itu pasti suara neneknya, karena Sony dan kakaknya tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah itu.  Entah apa yang kemudian terjadi, suara tangis itu mengecil dan tak terdengar lagi. &lt;br /&gt;Sejak peristiwa itu, aku tak melihat lagi Sony berangkat ke sekolah. Ia biasanya lewat depan rumah kakakku ini. Seminggu terakhir ini, ia tak lagi main ke sini untuk sekedar minta Aji, adik ipar kakakku,  mengerjakan tugas dari sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;MBAK TUN, ibu Sony, menurut cerita kakakku dulu cuma mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar. Sama seperti ayah dan ibunya. Ayahnya masih lumayan,  pernah mengenyam pendidikan di SR, setingkat  sekolah dasar pada masa penjajahan. Sedang Ibunya, tak pernah menikmati pendidikan di sekolah. Waktu itu, perempuan memang dilarang sekolah. &lt;br /&gt;Selisih umurnya dengan kakakku tak terpaut jauh. Ketika dia kelas enam, kakakku masih duduk di bangku kelas empat SD. Sayang, ia tak menyelesaikan pendidikannya. Padahal sudah menjelang ujian akhir kelulusan. Satu tahun kemudian, ia dikawinkan dengan pemuda dari kampung sebelah. Saat itu banyak gadis di kampung ini tak melanjutkan sekolah. Kalau tidak dikawinkan, mereka akan merantau ke luar negeri menjadi pembantu rumah tangga di sana. &lt;br /&gt;Satu tahun menikah dengan Fajar, ia dikaruniai seorang anak laki-laki. Anak pertamanya diberi nama Firman. Selang tiga bulan kelahiran si sulung, suaminya pergi merantau ke Negeri Uang. Maklum, keluarga Tun sangat ta’at dalam memegang prinsip ajaran agamanya. Menurut orang tuanya, seorang perempuan tak boleh pergi tanpa didampingi oleh muhrimnya meski untuk mencari nafkah. Padahal teman-teman sekampungnya banyak yang berhasil. Ia kadang iri melihat Yuni bisa membangun rumah gedongan. Namun, ia harus patuh pada nasehat orang tuanya, bila tidak, ia tak akan diakui lagi sebagai anaknya.&lt;br /&gt;Suaminya sudah tiga kali pulang-pergi ke Negeri Uang itu. Hasil tabungan suaminya selama enam tahun bekerja di perantauan, digunakan untuk merenovasi rumah orang tua Tun. Rumah itu nantinya akan diwariskan kepadanya. Ia adalah anak terakhir dari dua bersaudara. Saudara perempuanya telah berkeluarga dan sekarang tinggal di rumah suaminya. &lt;br /&gt;Sebelum keberangkatannya yang kedua, Tun tengah mengandung anak yang kedua. Perutnya sudah mulai membuncit. Kakakku bilang usia kandungannya sudah menjelang enam bulan.&lt;br /&gt;Kepulangan yang kedua kalinya, menurut kakakku, suaminya cuma membeli sebuah sepeda buat anaknya yang sulung karena sebentar lagi ia akan masuk SMP. Sejak saat itu ia tak kelihatan lagi berjualan jajanan di depan SD, sekolah anaknya yang bungsu. Letaknya di ujung gang, sekitar seratus meter dari rumahnya. &lt;br /&gt;Pernah suatu malam, kakakku mendengar suara pertengkaran  dari rumah Tun. Berlangsung cukup lama. braakkk! Terdengar suara benda membentur pagar rumahnya yang terbuat dari papan. Terdengar suara Tun menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu ini istri tak tahu diri, bikin malu suami saja. Sudah aku bilang tak usah berjualan lagi, masih saja ngotot. Apa kata tetangga nanti. Mereka kira aku tak pernah kasih kamu makan. Kamu ini untung jadi istriku. Coba lihat si Yuni, dia malah yang cari duit. Suaminya enak tiduran di rumah. Kamu…”&lt;br /&gt;“Cukup mas. Aku berjualan juga buat bayar uang sekolah anak-anak kita. Aku..”&lt;br /&gt;“Eh, sudah berani menentang suami ya! Ini pasti gara-gara kamu banyak gaul sama Mira, perempuan laknat itu. Kamu mau tiru-tiru seperti dia, keluyuran keluar rumah. Pulang sore atau bahkan larut malam. Dandanannya kayak ondel-ondel. Suamimu ini masih bisa kasih kamu makan! Awas nanti aku lihat kamu bergaul lagi sama perempuan lonte itu!”&lt;br /&gt;“Istighfar mas, mbak Mira itu perempuan baik-baik. Dia malah sering minjami saya duit kalau pas kiriman dari mas belum datang. Dia....”&lt;br /&gt;“Issstri laknattt! Durhaka kamu berani melawan suami”.&lt;br /&gt;Plakkk. Plakk. Plakk. Suara  tamparan berkali-kali. Tun menangis. Suaranya lirih, namun terdengar amat memilukan. &lt;br /&gt; Malam itu, kakakku hanya mendengar dari balik jendela rumah yang terletak persis di sebelah ruang tengah rumah Tun. Kedua orang tua Tun kebetulan sedang tak ada di sana. Mereka sudah tiga hari menginap di rumah anaknya yang pertama. Coba ada orang tuanya, si brengsek itu pasti tak berani.&lt;br /&gt;  “Saat itu, ingin rasanya kutampar mulut laki-laki angkuh itu. Ia sungguh tak tahu diri. Sudah tak pernah kirim uang belanja, eh malah nyalahin istrinya”, tutur kakakku geram.&lt;br /&gt; Namun yang lebih membuat dirinya marah adalah ucapan suami Tun yang mengatakan ia perempuan murahan. Untung hal ini tak disampaikan pada suaminya. Malam itu mas Irfan, suaminya, lagi tak ada di rumah. Ia sedang mendapat tugas mengajar SMA di luar kota. Biasanya dua atau tiga hari sekali ia pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MBAK MIRA, kakakku, sehari-harinya mengajar di SMP 2. Di kecamatan itu hanya ada dua SMP. Satu terletak di dekat kota dan yang satunya, tempat kakakku mengajar, letaknya sekitar lima kilometer dari rumahnya. Ia biasanya pergi mengajar dengan mengendarai sepeda motor. Ia berangkat pagi-pagi, dan pulang sore hari. Bahkan seperti minggu-minggu ini, ia sering pulang sampai petang karena ada jam pelajaran tambahan menjelang ujian akhir siswa kelas tiga.&lt;br /&gt;Sebagai seorang adik, aku tak bisa menerima tuduhan ngawur suami mbak Tun itu. Aku kenal betul siapa kakakku ini. Ia keluar rumah untuk mengajar dan bekerja membantu suami. Tidak untuk melacur. Lagian, kenapa dia tak mencaci gadis-gadis kampung yang merantau ke luar negeri itu. Bahkan sudah jelas diantara mereka sudah bersuami. “Dasar laki-laki kampungan”, umpatku.&lt;br /&gt;Penampilan kakakku itu memang tak seperti perempuan-perempuan di kampung ini. Mereka selalu mengenakan jarik panjang ala Kartini dan kerudung penutup kepala setiap kali keluar rumah. Namun bukan berarti dia perempuan murahan. Perempuan-perempuan di sini sangat menghormatinya. Ah, hanya laki-laki tak waras itu saja yang busuk hatinnya. Lagian kakakku juga hampir tak pernah absen menghadiri acara rutinan pengajian ibu-ibu tiap Selasa sore itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kak, kenapa tak kau damprat saja laki kampungan itu?”, tanyaku.&lt;br /&gt;“ah, tak usah. Justru kakak lebih kampungan kalau membalas perlakuannya”, jawabnya tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAJAR dulunya adalah seorang suami yang baik. Ia tak ingin istrinya bekerja merantau ke luar negeri seperti perempuan-perempuan di kampunya. Ia sependapat dengan orang tua Tun bahwa seorang perempuan tak boleh bepergian tanpa didampingi oleh kerabatnya. Apalagi ia telah bersuami. Dan yang berkewajiban mencari nafkah keluarga adalah sang suami.&lt;br /&gt;Ia juga sayang sama anak. Istrinya pernah bercerita bila nanti anaknya ingin disekolahkan sampai perguruan tinggi agar bisa bekerja di kantor tidak seperti ayahnya yang hanya lulus SMP. Namun setelah kepulangannya yang kedua, ia banyak berubah. Ia sering marah-marah. Entahlah, apakah ia memang tidak suka setelah tahu selama ini istrinya bekerja. Tapi ia sendiri jarang kirim uang belanja dan biaya sekolah anaknya. Ataukah memang dia telah berubah. Ah, bisa jadi di sana ia sudah punya wanita simpanan. &lt;br /&gt;Di perantauan, ia bekerja menggarap proyek bangunan. Bakatnya mewarisi kepiawaian almarhum ayahnya sebagai tukang kayu terkenal di kampung ini. Kebetulan ketika masih di rumah, ia biasa diminta para tetangga mengerjakan bangunan rumah mereka. Interior dan perabot rumah kakakku ini juga hasil sentuhan tangan halusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SAMPAI kini, tiga tahun dari keberangkatanya yang ketiga, Tun tak pernah menerima kabar dari suaminya. Kiriman uang belanja  tak pernah lagi Ia terima. Satu tahun terakhir ini banyak tenaga kerja ilegal dari negeri ini dipulangkan. Tun ingat suaminya tak memiliki surat ijin resmi. Ia khawatir sesuatu telah terjadi. Dulu, suaminya pernah bersembunyi di hutan selama berhari-hari saat ada operasi penertiban tenaga kerja asing. Tetangga yang telah pulang dari sana tak mengetahui keberadaannya.&lt;br /&gt; Saat ini anaknya yang sulung telah duduk di bangku kelas satu SMP. Si bungsu masih duduk dibangku kelas dua SD. Bagi Tun, cari kerja susah karena SD saja ia tak lulus. Lagian, dirinya masih trauma dimarahi suaminya saat ia tahu bahwa istrinya bekerja. Ia bingung, nggak kerja tak punya uang. Sementara ia dan kedua anaknya juga butuh makan. Padahal sekolah sekarang membutuhkan banyak biaya. Belum lagi untuk membeli seabrek buku paket. Mau terus-terusan minta orang tua tak enak. Lagian mereka sudah tua. Untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya, ia nekat bekerja dikios kelontong pak Joni. Namun, penghasilannya hanya cukup buat makan sehari-hari. &lt;br /&gt;Kakakku adalah seorang tetangga yang baik. Meski tak bisa melupakan ucapan suami Tun tempo hari itu, bukan berarti ia membenci istri dan anaknya. Ia paling tidak tahan melihat orang lain menderita. Apalagi ia memang punya cukup penghasilan dan sampai sekarang, dua tahun menikah, ia belum punya anak. Ia terkejut saat Tun menolak bantuannya. Padahal saat itu Tun sedang butuh uang untuk bayar uang sekolah anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;HAMPARAN lahan luas berwarna kekuning-kuningan. Musim panen padi sebentar lagi tiba. Hempasan angin dari ladang menembus ke perkampungan ini. Anak-anak tampak berlarian bermain layang-layang. Tubuh dekil mereka tampak kelam tersengat oleh terik matahari. &lt;br /&gt;Aku teringat masa-masa kecilku saat masih tinggal di rumah nenek di kampung. Aku dan kakakku waktu itu dititipkan oleh orang tua kami di tempat nenek. Orang tua kami saat itu sedang mendapat tugas dinas di luar Jawa. Setiap hari sepulang sekolah bersama teman-teman desa berhamburan ke ladang bermain layang-layang atau kadang mencari jangkrik. Aku masih ingat ketika pak Ahmad mengejar-ngejar kami gara-gara menginjak tanamannya di ladang.&lt;br /&gt;Kejadian itu berlangsung sekitar dua puluh-an tahun yang lalu. Entahlah bagaimana kabar teman-teman kecilku itu sekarang. Aku tak pernah lagi main ke rumah nenek semenjak ia meninggal. Dulu orang-orang kampung masih pergi berladang. Ada juga yang merantau ke ibu kota atau ke luar negeri. &lt;br /&gt;Kulihat Soni di tepi ladang itu. Ia sedang memasang tali di layang-layangnya yang dibalut dengan plastik bekas berwarna hitam. Ia menggigit-gigit tali itu, berusaha untuk memutusnya. Aku masih melihatinya. Ia belum tahu bila aku sudah beberapa meter di depannya. Beberapa hari terakhir ini aku memang telah akrab dengannya. &lt;br /&gt; Kehidupan di kampung ini belum banyak berubah. Orang-orang masih pergi berladang saat ayam beriuk di pagi hari. Bahkan bila musim tanam, mereka bisa lebih awal lagi pergi ke ladang. Tengah hari mereka kembali ke rumah untuk beristirahat sebentar, kemudian kembali berladang. Menjelang maghrib mereka sudah kembali ke rumah. Puji-pujian bergumam di surau saat maghrib tiba.&lt;br /&gt; Bangunan rumah para penduduk masih sangat sederhana. Sebagian besar terbuat dari papan. Kecuali yang bekerja di luar negeri, rumah mereka tampak beda dari yang lain. Seperti rumah depan kakakku itu, berdiri rumah berlantai tiga. Ukurannya besar, dindingnya dari keramik berwarna biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kamu tak ke sekolah lagi”&lt;br /&gt;“ia mas. Kata nenek, ibuku tak punya uang untuk bayal sekolahku”, jawabnya dengan suara terbata-bata dan ejaan pelafalan yang belum sempurna.&lt;br /&gt;Aku tersentak mendengar kata-kata itu. Harusnya saat ini ia masih belajar di bangku kelas dua SD. Ada apa gerangan? &lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SEJAK terdengar kabar pemulangan beberapa TKI ilegal, banyak orang yang merantau kembali ke kampung halaman masing-masing. Hampir semua telah kembali. Seperti Murni, istri Kamto yang telah merantau hampir tujuh tahun di luar negeri, baru saja pulang ke kampung halaman.&lt;br /&gt; Murni mendengar kabar bila suami Tun telah menikah dengan seorang perempuan keturunan Melayu. Saat ini mereka telah memiliki satu anak. Kabar itu juga telah beredar di kampungnya. Tapi Tun masih belum percaya mendengar gunjingan para tetangga. Baru setelah Murni datang ke rumahnya dan menceritakan apa yang telah terjadi pada suaminya.&lt;br /&gt;“Tun, ni aku dapat titipan dari suamimu”’ &lt;br /&gt;“titipan apa?”, ia penasaran. Matanya berkaca-kaca.&lt;br /&gt;Amplop itu berisi uang 500 ribu rupiah. Baru kali ini suaminya mengirim uang sebesar ini. Itu pun ditipkan karena ada tetangganya yang pulang dari sana. &lt;br /&gt;“Tun, suami kamu.....”, Murni gugup.. &lt;br /&gt;“ada apa kang Fajar?” &lt;br /&gt;“suami kamu, sudah punya anak di sana”&lt;br /&gt;Tun menatap wajah Murni. Telah lama ia mengenalnya. Sejak kecil mereka berteman. Ia berpikir temannya yang satu ini pasti serius, tak mungkin berbohong.&lt;br /&gt;“kang fajar kawin lagi....”’, muka Tun memerah.&lt;br /&gt;“ii yaa. Sebelum aku pulang, aku bertemu dia bersama seorang perempuan dan seorang anak laki-laki yang digandengnya. Ia menitipkan uang ini untukmu. Anaknya sudah hampir sebesar Sony. Rupanya suamimu selama ini...” ia tak melanjutkan lagi. Air mata berlinangan di wajah Tun. Ia jatuh tersungkur. &lt;br /&gt;Murni menggotongnya ke atas dipan di ruang tengah. Keringat deras mengguyur sekujur tubuhnya. Ia memanggil-bungsu nama si bungsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; TUN ingin menyusul suaminya ke perantauan.  Namun niat itu ia urungkan. Sebenarnya ia ingin menemui suaminya untuk minta cerai. Tak lama kemudian, ia menikah dengan seorang laki-laki yang sudah beristri. Tapi itu tak berlangsung lama. Hanya tiga bulan. Setelah itu ia nekat pergi ke luar negeri. Padahal orang tuanya telah melarangnya. Bahkan mereka mengancam tak akan menganggapnya lagi sebagai anaknya bila ia  tak mendengar nasehatnya. Entahlah, aku juga tak percaya bagaimana perempuan seperti dirinya berubah menjadi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********&lt;br /&gt;“mas, tadi malam aku belmimpi layang-layangku putus”, ucap Sony.&lt;br /&gt;Aku tak menjawab. Hari sudah sore, aku mengajaknya kembali ke rumah. Aku terkejut mendapati rumahnya telah ramai dikerumuni orang. Ku lihat Firman meneteskan air mata dan bergegas mendekap erat adiknya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayamwuruk, 23 April 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/18995359-113207023713438542?l=embunkehidupan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/feeds/113207023713438542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=18995359&amp;postID=113207023713438542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113207023713438542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/18995359/posts/default/113207023713438542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://embunkehidupan.blogspot.com/2005/11/epilog-kematian.html' title='Epilog Kematian'/><author><name>udin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp2.blogger.com/_MGMh7Efcv8M/R2VLOiRp6jI/AAAAAAAABMk/HDY07_myLo0/S220/th_kami-cuma-teman.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
