EMBUN KEHIDUPAN: Kutemukan Tuhan di Rumah Sakit

Wednesday, April 26, 2006

Kutemukan Tuhan di Rumah Sakit

Perempuan itu masih tergeletak di ruang ICU. Wajahnya pucat sekali. Agak kebiru-biruan. Garis keriput tampak mengendor. Sore ini nafasnya mulai teratur. Kondisinya sudah lebih baik dari malam sebelumnya. Aku benar-benar tak sampai hati menatapnya lebih lama. Malam itu nafasnya tersengal-sengal, seolah-olah tersumbat oleh selang di hidungnya.

Sore ini ia sudah bisa bercerita. Sudah mengenaliku. Aku senang. Tapi jadi sedih ketika ia mulai bercerita. Angka di layar monitor itu berkurang. Nafasnya masih belum stabil. Aku menyesal mengajaknya bicara. Maka aku pun diam.

Tapi, orang-orang yang menjenguknya itu malah mengajak bicara. Aku kesal sekali. Dongkol. Nggak tau ya kalau orang sakit itu perlu istirahat. Apalagi ia tengah berada di ruang ICU, dan kondisi pernafasannya juga belum stabil.

Aku masih mengamati orang itu. Aku ingin menyela pembicaraan dan bilang kepadanya agar tak mengajaknya bicara. Tapi tak kesampaian. Ah... mending aku keluar ruangan daripada berlama-lama melihat pemandangan yang amat menyiksaku. Benar-benar bego orang itu, tak punya perasaan, gumamku.

Tapi, kenapa aku jadi sewot sendiri. Kenapa aku jadi dongkol. Bukankah perempuan masuk rumah sakit karena tekanan darah tinggi dan juga mengidap konplikasi. Sebelumnya ada kejadian yang membuatnya kesal. Kenapa aku tak belajar dari kejadian ini?

Benar juga. Akhir-akhir ini emosiku relatif tinggi. Aku mudah sekali tersinggung. Gampang naik darah bila sedikit saja ada orang iseng. Apalagi ketemu orang yang menyebalkan, ingin membunuhnya saja. Iya, kenapa aku jadi mudah sekali naik darah?

Memang banyak sekali persoalan menumpuk di kepala ini. Semakin kupikir, serasa kepala mau pecah. Sudah dihapus satu, muncul lagi masalah lainnya. Kadang terpikir untuk lari dari semua masalah itu. Melupakan segalanya. Tapi bagaimana, bunuh diri, aku tak akan melakukannya. Tidak!

Iya, aku jadi takut juga seandainya tiap hari aku uring-uringan. Kasihan juga kadang sih teman-temanku di HW itu yag kerap kali kujadikan sasaran. Habis mereka tak beres juga sih. Tapi, aku benar mulai saat ini untuk mengurangi marah, mengendalikan emosi, seolah-olah tak punya masalah, tapi bagaimana?

Seolah-olah tak punya masalah... ehm, emang nggak bisa sih. Masalah itu tetap akan muncul. Menghindari masalah, hanya akan menambah masalah. Tapi memikirkan masalah bikin stress. Ya, aku ingat kata kakakku itu. Fokuslah pada pemecahan masalah itu, jangan pada masalah itu sendiri. Pikirkan bagaimana jalan keluarnya, sambil jalan. Oke deh akan aku coba.

Dua hari berkunjung ke rumah sakit, membuka kembali kesadaranku, betapa mahalnya kesehatan. Tak hanya yang sakit saja yang merasakan perih, yang menunggui juga bingung, keluarga juga cemas memikirkan antara hidup dan mati, belum lagi masalah duit.

Perempuan yang tergeletak di ruan ICU itu tak lain adalah adik kandung ayahku. Meski sebelumnya aku tak begitu dekat dengannya, tapi aku merasakan bahwa yang sakit itu keluargaku sendiri.

Aku teringat bagaimana ibuku dulu tengah sakit kritis. Aku bersyukur dia bisa selamat dari malam-malam yang menakutkan itu. Ya Allah, tuhan segala kasih, berilah perlindunganMu pada orang-orang yang kucintai. Terima kasih kau memperingatkanku. Di sini aku bisa menemukanMu kembali. Aku ingin berdekat-dekat lagi denganMu. Terima kasih Allah, Kau telah mengingatkanku. Tapi janganlah kau beri cobaan di luar kemampuanku. Aku mohon...

2 penitip luka:

Blogger turabul-aqdam goreskan luka...

apa kubilang? berhentilah merokok! basfin aja ditiru. hahah..

5:02 AM

 
Blogger udin goreskan luka...

beberapa hari yang lalu aku memang sempat berhenti merokok. aku terserang batuk dan flu berat. tapi sekarang sudah mulai aktif lagi. tapi tak seberat Mr Basf itu. apalagi Pram yang katanya sampai 32 batang sehari. bahkan sampai mau mampus saja masih minta rokok!

ingat ya bung, aku merokok tidak meniru siapapun. aku merokok demi kenyamananku sendiri. kapanpun aku mau, ya kulakukan. aku akan berhenti merokok ketika aku tak menemukan kenyamanan itu lagi.

1:19 AM

 

Post a Comment

<< Kembali ke gerbang luka