EMBUN KEHIDUPAN: Melupakan Kesedihan

Thursday, September 21, 2006

Melupakan Kesedihan

Setiap saat aku menantikan perjumpaan denganmu. Menunggu setiap detail perubahan yang terjadi pada dirimu. Sehari, dua hari, seminggu, sebulan,...menghitung waktu tanpa ujung kepastian.... Hingga kini, aku masih menjumpaimu seperti dulu, tak banyak perubahan...

Benarkah disaat aku mengkhawatirkanmu, kau justru mencemaskan diriku?

Inilah yang menjadi masalah barumu. Kau sendiri kuwalahan memikul bebanmu saat ini, sempat-sempatnya mengurusi orang lain,... Kau sebenarnya perlu beristirahat untuk tidak memikirkan persoalan yang memberat... Nikmati saja hari-harimu seperti kau berada di alam bebas... Anggaplah rumah itu adalah syurga, semua orang yang kau jumpai adalah orang yang akan menolongmu, tak ada orang yang jahat, apalagi ingin menyakitimu... bebaskan... bebaskan segala yang memenuhi kepalamu....

Tanpa sepengetahuanmu, aku akan meminta orang-orang itu untuk memperbincangkan segala hal yang akan mengingatkanmu kepada kesedihan... Aku akan meminta mereka untuk bercerita tentang indahnya melukis pelangi, gemercik suara air yang mengucur ke dasar karang, nyaring, sempurna....

Dengan begitu, kau akan melupakan kesedihan. Di sisa-sisa hari-harimu nanti adalah kebahagiaan....

0 penitip luka:

Post a Comment

<< Kembali ke gerbang luka